Jakarta

Viral! Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien Ibu Hamil Saat USG

Titania Isnaenin | 15 April 2025, 19:23 WIB
Viral! Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien Ibu Hamil Saat USG

 

AKURAT JAKARTA - Viral, warga Garut baru saja digegerkan dengan kabar dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter spesialis kandungan.

Kasus ini ramai dibahas di media sosial usai beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan ruang praktik pelaku.

Dalam rekaman, pemeriksaan USG awalnya berjalan seperti biasa.

Baca Juga: Kuasa Hukum Ridwan Kamil Bantah Tuduhan Lisa Mariana Soal Permintaan Pembuatan Video Syur

Namun mirisnya oknum dokter justru terlihat memaksa untuk meraba payudara pasien ditengah pemeriksaan USG.

Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, mengkonfirmasi kebenaran dugaan pelecehan tersebut.

Menurut Leli, kasus ini terjadi pada tahun 2024 lalu di sebuah klinik swasta.

Baca Juga: Heboh, Video Lisa Mariana Berdurasi 4 Menit 28 Detik Bocor, Pakar Telematika Ungkap Fakta Mengejutkan

"Saya harus periksa lagi pastinya kapan, tapi kalau tidak salah ini di tahun 2024. Kejadiannya bukan di RS milik pemerintah," kata Leli kepada para wartawan, Selasa (15/4).

Leli juga menegaskan bahwa pelaku yang berinisial SF bukan merupakan warga Garut.

Kendati demikian, oknum dokter spesialis kandungan yang sedang viral tersebut pernah bekerja sama dengan Pemkab Garut dan berdinas di Rumah Sakir Malangbong.

Baca Juga: Usai Hilang Selama 20 Hari Saat Dalam Perjalanan Mudik, Sheila Amalia Christanti Mahasiswi Pertanian UGM Ditemukan Tewas Dalam Parit

"Yang bersangkutan bukan orang sini (Garut)," tandasnya.

Menanggapi hal itu, Pihak Dinas Kesehatan Garut akan menelusuri kembali kasus pelecehan yang menimpa pasien dari SF.

Dan akan memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut secepatnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.