Pidato di Konvensi Nasional Partai Republik, Donald Trump Ceritakan Detail Kejadian Penembakan yang Nyaris Membunuhnya

AKURAT JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelaskan secara rinci percobaan pembunuhan yang hampir mengakhiri hidupnya dalam pidatonya di Konvensi Nasional Partai Republik.
Trump menggambarkan dirinya saat berdiri di Butler, Pennsylvania. Kala itu ia sedang menoleh untuk melihat diagram yang dipajang lalu sesuatu mengenai telinganya.
Dengan cepat Trump mengangkat tangannya ke kepalanya dan melihat kepalanya telahberlumuran darah.
"Jika saya tidak menggerakkan kepala saya pada saat terakhir itu, peluru pembunuh itu akan mengenai sasarannya dengan sempurna,"
"Dan saya tidak akan berada di sini malam ini. Kita tidak akan bersama," kata Trump.
Dalam pidato berdurasi 93 menit itu, Trump juga membicarakan soal perpecahan dan perselisihan warga Amerika.
Baca Juga: Drama Episode Terakhir The Boys Season 4 yang Harus Ganti Judul Imbas Penembakan Donald Trump
“Perselisihan dan perpecahan dalam masyarakat kita harus disembuhkan. Kita harus menyembuhkannya dengan cepat. Sebagai warga Amerika, kita terikat bersama oleh satu takdir dan tujuan bersama. Kita bangkit bersama. Atau kita akan hancur berantakan,” kata Trump, mengenakan perban putih besar di telinga kanannya
“Saya mencalonkan diri sebagai presiden untuk seluruh Amerika, bukan setengah dari Amerika, karena tidak ada kemenangan dalam kemenangan untuk setengah dari Amerika.” tambahnya.
Saat bercerita, Trump menggunakan nada yang lebih lembut dari biasanya. Ia juga menguraikan agenda yang dipimpin oleh apa yang ia janjikan akan menjadi operasi deportasi terbesar dalam sejarah AS.
Trump juga menyatakan bahwa Demokrat telah berbuat curang selama pemilihan umum 2020 yang dikalahkannya meskipun serangkaian penyelidikan federal dan negara bagian membuktikan tidak ada kecurangan sistemik.
"kita tidak boleh mengkriminalisasi perbedaan pendapat atau menjelek-jelekkan perbedaan pendapat politik," kata Trump.
Ia juga tidak menyebutkan pemberontakan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021, saat pendukung Trump mencoba menghentikan sertifikasi kekalahannya dari kandidat Demokrat Joe Biden.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






