Jakarta

Pidato di Konvensi Nasional Partai Republik, Donald Trump Ceritakan Detail Kejadian Penembakan yang Nyaris Membunuhnya

Saeful Anwar | 19 Juli 2024, 14:17 WIB
Pidato di Konvensi Nasional Partai Republik, Donald Trump Ceritakan Detail Kejadian Penembakan yang Nyaris Membunuhnya


AKURAT JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjelaskan secara rinci percobaan pembunuhan yang hampir mengakhiri hidupnya dalam pidatonya di Konvensi Nasional Partai Republik.

Trump menggambarkan dirinya saat berdiri di Butler, Pennsylvania. Kala itu ia sedang menoleh untuk melihat diagram yang dipajang lalu sesuatu mengenai telinganya.

Dengan cepat Trump mengangkat tangannya ke kepalanya dan melihat kepalanya telahberlumuran darah.

Baca Juga: MERAPAT! TMII Gelar Parade Marching Band Anak dan Pawai Tabut Weekend Ini, Ada Promo Tiket Gratis untuk Anak di Bawah 12 Tahun

"Jika saya tidak menggerakkan kepala saya pada saat terakhir itu, peluru pembunuh itu akan mengenai sasarannya dengan sempurna,"

"Dan saya tidak akan berada di sini malam ini. Kita tidak akan bersama," kata Trump.

Dalam pidato berdurasi 93 menit itu, Trump juga membicarakan soal perpecahan dan perselisihan warga Amerika.

Baca Juga: Drama Episode Terakhir The Boys Season 4 yang Harus Ganti Judul Imbas Penembakan Donald Trump

“Perselisihan dan perpecahan dalam masyarakat kita harus disembuhkan. Kita harus menyembuhkannya dengan cepat. Sebagai warga Amerika, kita terikat bersama oleh satu takdir dan tujuan bersama. Kita bangkit bersama. Atau kita akan hancur berantakan,” kata Trump, mengenakan perban putih besar di telinga kanannya

“Saya mencalonkan diri sebagai presiden untuk seluruh Amerika, bukan setengah dari Amerika, karena tidak ada kemenangan dalam kemenangan untuk setengah dari Amerika.” tambahnya.

Saat bercerita, Trump menggunakan nada yang lebih lembut dari biasanya. Ia juga menguraikan agenda yang dipimpin oleh apa yang ia janjikan akan menjadi operasi deportasi terbesar dalam sejarah AS.

Baca Juga: Miris! Pria 51 Tahun Ditemukan Tewas Dalam Keadaan Tangan dan Kaki Terikat, 11 Saksi Diperiksa Polisi

 

Trump juga menyatakan bahwa Demokrat telah berbuat curang selama pemilihan umum 2020 yang dikalahkannya meskipun serangkaian penyelidikan federal dan negara bagian membuktikan tidak ada kecurangan sistemik.

"kita tidak boleh mengkriminalisasi perbedaan pendapat atau menjelek-jelekkan perbedaan pendapat politik," kata Trump.

Ia juga tidak menyebutkan pemberontakan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021, saat pendukung Trump mencoba menghentikan sertifikasi kekalahannya dari kandidat Demokrat Joe Biden.(*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.