Anak Perlu Berani Bilang Tidak, Ini Alasan Pengenalan Emosi Penting Sejak Dini

AKURAT JAKARTA - Mengajarkan anak melindungi diri tidak cukup hanya dengan memberikan larangan atau meminta mereka menjauhi orang asing.
Anak juga perlu belajar mengenali rasa takut, memahami ketidaknyamanan, dan berani meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang membuatnya merasa tidak aman.
Kemampuan tersebut berkaitan dengan emotional literacy, yaitu kemampuan mengenali, memahami, dan mengungkapkan emosi.
Keterampilan ini menjadi salah satu bekal penting agar anak dapat menyampaikan perasaan serta memahami batasan dirinya.
Pentingnya kemampuan tersebut menjadi perhatian Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan.
Instansi ini mengadakan sosialisasi pengenalan emosi dan batasan tubuh bagi 50 pelajar berkebutuhan khusus atau difabel di SLB-C Wimar Asih, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu.
Kegiatan tersebut mengajak siswa mengenali perasaan diri, membedakan sentuhan yang boleh dan tidak boleh, serta memahami cara mencari bantuan ketika membutuhkan perlindungan.
Mengenali emosi menjadi langkah awal melindungi diri
Dalam perkembangan psikologis anak, kemampuan mengenali emosi membantu mereka memahami apa yang sedang dirasakan.
Anak yang dapat mengenali rasa takut, sedih, marah, atau tidak nyaman memiliki dasar untuk mengomunikasikan perasaannya kepada orang lain.
Sebaliknya, ketika anak belum mampu mengenali atau mengungkapkan perasaannya, orang dewasa bisa lebih sulit memahami bahwa ada sesuatu yang mengganggunya.
Karena itu, anak perlu diberi kesempatan untuk belajar menyebutkan emosi dan menceritakan pengalaman tanpa takut langsung dimarahi atau disalahkan.
Kepala Seksi Perlindungan Anak Sudin PPAPP Jakarta Selatan, Dewi Damyanti, mengatakan bahwa anak perlu memahami perasaannya sekaligus mengetahui bahwa tubuh mereka harus dihargai.
"Anak-anak perlu mengenali apa yang mereka rasakan dan memahami bahwa tubuh mereka harus dihargai. Melalui lagu dan interaksi sederhana, kami berharap dapat membantu mereka berani menyampaikan ketika merasa takut atau menerima sentuhan yang membuat mereka tidak nyaman," kata Dewi di Jakarta.
Materi tersebut disampaikan melalui program Aku Cinta Diriku yang dipandu fasilitator Speak up now.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fulham vs Hull City di Premier League, 17 Oktober 2026: Mampukah The Cottagers Mengakhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Aston Villa di Premier League, 17 Oktober 2026: Duel Kontras di St James' Park
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 8Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di La Liga, 17 Oktober 2026: Misi Tuan Rumah Hentikan Tren Kemenangan Los Colchoneros
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






