Jakarta

Di Balik Kepindahan Sekolah Putra Wamen Stella dari China ke Indonesia, Ada Dilema yang Dialami Banyak Orang Tua

Anggerhana Denni Rahmawati | 14 Juli 2026, 17:15 WIB
Di Balik Kepindahan Sekolah Putra Wamen Stella dari China ke Indonesia, Ada Dilema yang Dialami Banyak Orang Tua
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie bersama dengan suami dan anaknya yang kini bersekolah di Jakarta. (Instagram @prof.stellachristie)

AKURAT JAKARTA - Hari pertama masuk sekolah menjadi momen emosional bagi banyak keluarga, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.

Di balik kesibukannya sebagai pejabat negara, ia juga dihadapkan pada keputusan besar yang tidak mudah: memindahkan anaknya dari China ke Indonesia demi kembali hidup bersama sebagai keluarga.

Selama hampir dua tahun, putranya tetap bersekolah di Beijing bersama sang ayah setelah Stella menerima amanah sebagai wakil menteri.

Keputusan itu diambil agar anaknya tidak mengalami perubahan drastis di tengah masa sekolah.

Namun, jarak yang memisahkan keluarga akhirnya menjadi tantangan tersendiri.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, keluarga memutuskan memindahkan putranya ke Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta.

Keputusan tersebut bukan hanya soal perpindahan sekolah, tetapi juga tentang mengembalikan kebersamaan keluarga yang sempat terpisah oleh tuntutan pekerjaan.

Perubahan itu tentu membawa tantangan baru.

Anak yang selama beberapa tahun belajar menggunakan bahasa Mandarin harus kembali menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan Indonesia, termasuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam proses belajar.

Adaptasi terhadap lingkungan sekolah baru dan membangun pertemanan juga menjadi perhatian keluarga.

Baca Juga: Jualan Online Tak Harus Lewat Marketplace, Ini Strategi yang Kini Banyak Dipilih UMKM

=====

Di tengah berbagai pilihan yang ada, keluarga memilih sekolah umum dibandingkan sekolah internasional.

Langkah tersebut diambil agar anak dapat tumbuh lebih dekat dengan bahasa, budaya, dan kehidupan masyarakat Indonesia sejak usia dini.

Kisah ini menunjukkan bahwa keputusan mengenai pendidikan anak tidak selalu sederhana.

Banyak orang tua harus menimbang berbagai aspek sekaligus, mulai dari kualitas pendidikan, kedekatan emosional, hingga masa depan anak.

Pada akhirnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap keluarga memiliki bentuk pengorbanannya masing-masing.

Meski latar belakang berbeda, tujuan yang ingin dicapai tetap sama, yakni memberikan kesempatan terbaik agar anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang dengan baik. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.