Jakarta

SDN Mboeng Segera Direvitalisasi, 84 Siswa Tak Lagi Belajar di Tengah Ruang Kelas Darurat

Anggerhana Denni Rahmawati | 10 September 2026, 16:45 WIB
SDN Mboeng Segera Direvitalisasi, 84 Siswa Tak Lagi Belajar di Tengah Ruang Kelas Darurat
Sebanyak 84 Siswa SDN Mboeng kini dapat harapan ruang kelas layak. - ANTARA

AKURAT JAKARTA - Bagi siswa SDN Mboeng, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), persoalan sekolah bukan hanya tentang bagaimana mengikuti pelajaran.

Kondisi ruang belajar juga menjadi bagian dari keseharian mereka.

Dari lima bangunan permanen yang dimiliki sekolah, dua ruang kelas mengalami kerusakan berat.

Keterbatasan tersebut membuat SDN Mboeng masih menggunakan empat ruang kelas darurat untuk kegiatan belajar mengajar.

Kini, kondisi tersebut akan mulai dibenahi.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan SDN Mboeng masuk dalam program revitalisasi pada 2026.

Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, mengatakan pihaknya telah turun langsung untuk melihat kondisi sekolah sekaligus memetakan kebutuhan perbaikan.

“Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat,” kata Salim melalui keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (10/9/2026).

SDN Mboeng saat ini melayani 84 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar.

Proses pendidikan mereka didukung oleh 10 tenaga kependidikan.

Baca Juga: Bukan Cuma Festival Musik, Pestapora 2026 Jadi Tempat Nostalgia Lintas Generasi

Namun, jumlah siswa tersebut tidak sebanding dengan ketersediaan ruang belajar yang layak.

Sebagian kegiatan belajar masih harus berlangsung di ruang darurat karena dua ruang kelas permanen mengalami kerusakan berat.

Kondisi tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah foto dan informasi mengenai keadaan fisik sekolah beredar di media sosial.

Sorotan semakin besar ketika sekolah diketahui mendapatkan perangkat digital untuk pembelajaran, sementara persoalan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan.

Situasi itu sempat memunculkan pertanyaan mengenai prioritas pembangunan pendidikan: apakah sekolah perlu lebih dulu mendapatkan teknologi pembelajaran atau memastikan ruang kelas yang digunakan siswa berada dalam kondisi layak?

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.