Jakarta

Sekolah Belum Aman dari Abu Vulkanik, Pemkot Tangerang Pilih Perpanjang PJJ

Anggerhana Denni Rahmawati | 10 September 2026, 07:30 WIB
Sekolah Belum Aman dari Abu Vulkanik, Pemkot Tangerang Pilih Perpanjang PJJ
Abu vulkanik belum reda, PJJ Tangerang diperpanjang dua hari. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT JAKARTA - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Tangerang kembali diperpanjang hingga Jumat (11/9/2026).

Keputusan ini menunjukkan bahwa dalam situasi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, keberlangsungan kegiatan belajar di sekolah harus berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan peserta didik.

Pemerintah Kota Tangerang sebelumnya telah menerapkan PJJ sejak Senin (7/9/2026).

Kebijakan tersebut diambil menyusul paparan abu vulkanik yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Tangerang.

Alih-alih memaksakan siswa kembali ke ruang kelas, Pemkot Tangerang memilih memperpanjang pembelajaran dari rumah selama kondisi belum sepenuhnya aman.

Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Banten.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan keputusan tersebut bukan hanya berkaitan dengan teknis kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan anak menjadi pertimbangan utama.

"Karena kesehatan itu segalanya buat anak-anak kita. Jadi kita bukan berpikir hanya untuk hari ini. Bagaimana proses belajar mengajar anak-anak kita terus berjalan, dengan menjaga kesehatan masing-masing," ujar Sachrudin, Rabu (9/9/2026).

Kebijakan tersebut memperlihatkan adanya upaya pemerintah untuk menghindari risiko sebelum dampaknya semakin besar.

Baca Juga: Nilai Rapor Saja Tak Cukup, Ini Syarat Tambahan yang Bisa Jadi Penentu Masuk SMA Taruna Nusantara 2027

PJJ menjadi jalan tengah agar aktivitas pendidikan tetap berlangsung tanpa mengharuskan peserta didik berada di lingkungan yang berpotensi terpapar abu vulkanik.

"Kemarin kita sudah melakukan PJJ selama tiga hari, dan hari ini diperpanjang dua hari lagi sampai hari Jumat," katanya.

Dalam kondisi seperti ini, sekolah tidak hanya menghadapi persoalan bagaimana menyampaikan materi pelajaran.

Ada pula pertimbangan mengenai keamanan siswa ketika harus melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah dan beraktivitas di luar ruangan.

Paparan abu vulkanik juga membuat kewaspadaan tidak berhenti di lingkungan sekolah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.