Abu Vulkanik Terlihat Tipis, Tapi Dampaknya Bisa Bikin Mesin Pesawat Sampai Kehilangan Tenaga

AKURAT JAKARTA - Abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu atau awan tipis yang melayang di udara.
Namun bagi pesawat, keberadaan material tersebut bisa menjadi ancaman serius karena partikel kecil di dalamnya mampu mengganggu berbagai bagian penting pesawat, terutama mesin.
Kondisi ini menjadi alasan mengapa pesawat tidak bisa sembarangan melintasi awan abu vulkanik.
Material yang dilepaskan gunung api bukan hanya berukuran kecil, tetapi juga memiliki sifat keras dan abrasif.
InJourney Airports melalui akun Instagram resminya menjelaskan bahwa abu vulkanik sebagian besar mengandung silikat serta partikel kaca dan batuan tajam.
“Abu vulkanik mengandung partikel kaca dan batuan tajam yang dapat merusak mesin serta sistem navigasi pesawat secara mendadak," tulis akun @injourneyairports, Senin (7/9/2026).
Bahaya terbesar berada pada mesin pesawat.
Ketika abu terhisap ke dalam mesin jet, suhu yang sangat tinggi dapat membuat partikel tersebut meleleh.
Namun, material itu kemudian dapat kembali mengeras ketika mencapai bagian mesin yang suhunya lebih rendah.
Lapisan menyerupai kaca tersebut dapat menempel pada bilah turbin dan mengganggu aliran udara di dalam mesin.
“Ketika terhisap masuk, abu meleleh di dalam mesin, lalu membeku kembali dan menempel pada bilah turbin," tulis laman resmi Pelita Air, Senin (7/9/2026).
“Akibatnya mesin dapat kehilangan tenaga,” lanjutnya.
Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut bahkan dapat menyebabkan mesin mengalami kehilangan tenaga secara drastis hingga mati.
Situasi seperti ini tentu sangat berisiko ketika pesawat sedang berada di ketinggian jelajah.
Kaca kokpit juga tidak luput dari ancaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







