Jakarta

Abu Vulkanik Terlihat Tipis, Tapi Dampaknya Bisa Bikin Mesin Pesawat Sampai Kehilangan Tenaga

Anggerhana Denni Rahmawati | 8 September 2026, 17:00 WIB
Abu Vulkanik Terlihat Tipis, Tapi Dampaknya Bisa Bikin Mesin Pesawat Sampai Kehilangan Tenaga
Ilustrasi pesawat terbang melintasi abu vulkanik. - Gemini Google

AKURAT JAKARTA - Abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu atau awan tipis yang melayang di udara.

Namun bagi pesawat, keberadaan material tersebut bisa menjadi ancaman serius karena partikel kecil di dalamnya mampu mengganggu berbagai bagian penting pesawat, terutama mesin.

Kondisi ini menjadi alasan mengapa pesawat tidak bisa sembarangan melintasi awan abu vulkanik.

Material yang dilepaskan gunung api bukan hanya berukuran kecil, tetapi juga memiliki sifat keras dan abrasif.

InJourney Airports melalui akun Instagram resminya menjelaskan bahwa abu vulkanik sebagian besar mengandung silikat serta partikel kaca dan batuan tajam.

“Abu vulkanik mengandung partikel kaca dan batuan tajam yang dapat merusak mesin serta sistem navigasi pesawat secara mendadak," tulis akun @injourneyairports, Senin (7/9/2026).

Bahaya terbesar berada pada mesin pesawat.

Ketika abu terhisap ke dalam mesin jet, suhu yang sangat tinggi dapat membuat partikel tersebut meleleh.

Namun, material itu kemudian dapat kembali mengeras ketika mencapai bagian mesin yang suhunya lebih rendah.

Lapisan menyerupai kaca tersebut dapat menempel pada bilah turbin dan mengganggu aliran udara di dalam mesin.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Inter Milan di UCL, 9 September 2026: Mampukah Mourinho Membawa Los Blancos Bangkit?

“Ketika terhisap masuk, abu meleleh di dalam mesin, lalu membeku kembali dan menempel pada bilah turbin," tulis laman resmi Pelita Air, Senin (7/9/2026).

“Akibatnya mesin dapat kehilangan tenaga,” lanjutnya.

Dalam kondisi tertentu, gangguan tersebut bahkan dapat menyebabkan mesin mengalami kehilangan tenaga secara drastis hingga mati.

Situasi seperti ini tentu sangat berisiko ketika pesawat sedang berada di ketinggian jelajah.

Kaca kokpit juga tidak luput dari ancaman.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.