Jakarta

Bandara Soetta dan 7 Bandara Lain Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Menhub: Keselamatan Prioritas Utama

M Rahman Akurat | 7 September 2026, 08:18 WIB
Bandara Soetta dan 7 Bandara Lain Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Menhub: Keselamatan Prioritas Utama
Suasana di Bandara Soekarno-Hatta pasca penutupan sementara akibat abu vulkanik erupsi gunung anak krakatau.

AKURAT JAKARTA – Kementerian Perhubungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasional sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengoperasian kembali bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau baru akan dilakukan setelah aspek keselamatan penerbangan dapat dipastikan sepenuhnya.

Untuk Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, penutupan operasional ini merujuk pada regulasi penerbangan terbaru melalui NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 yang berlaku hingga pukul 08.59 WIB.

Baca Juga: Motor Bebek Trail Rp17 Jutaan Ini Cocok untuk Penakluk Aspal, Honda Supra X Cross 125 Tampil Lebih Sangar dan Lincah

Daftar Bandara yang Ditutup Akibat Abu Vulkanik

Langkah antisipasi keselamatan ini tidak hanya berdampak pada gerbang utama internasional Indonesia, tetapi juga meluas ke beberapa wilayah di Jawa dan Sumatra.

Penutupan serupa secara resmi diberlakukan di beberapa bandara berikut:

  1. Bandara Internasional Soekarno - Hatta

  2. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)

  3. Bandara Radin Inten II (Lampung)

  4. Bandara Husein Sastranegara (Bandung)

  5. Bandara Budiarto Curug (Tangerang)

  6. Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan)

  7. Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat, Lampung)

  8. Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam, Sumatra Selatan)

Baca Juga: Kongres DPK IKAPTK Kabupaten Tangerang: Supriadi Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031, Ini Pesan Bupati Maesyal Rasyid dan Sekda Soma Atmaja

Cuaca Dinamis, Kemenhub Pantau Ketat Rekomendasi BMKG

Pihak otoritas belum bisa memberikan estimasi pasti kapan aktivitas penerbangan di bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali. Hal ini disebabkan oleh kondisi arah angin yang sangat fluktuatif di ruang udara.

"Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis," ujar Menhub Dudy Purwagandhi.

"Tadi disampaikan BMKG bahwa setiap layer ketinggian arah anginnya cepat berubah, sehingga ini yang harus kita pastikan," sambungnya.

Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik serta arah pergerakan debu secara real-time.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.