Bandara Soetta dan 7 Bandara Lain Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Menhub: Keselamatan Prioritas Utama

AKURAT JAKARTA – Kementerian Perhubungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasional sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengoperasian kembali bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau baru akan dilakukan setelah aspek keselamatan penerbangan dapat dipastikan sepenuhnya.
Untuk Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, penutupan operasional ini merujuk pada regulasi penerbangan terbaru melalui NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 yang berlaku hingga pukul 08.59 WIB.
Daftar Bandara yang Ditutup Akibat Abu Vulkanik
Langkah antisipasi keselamatan ini tidak hanya berdampak pada gerbang utama internasional Indonesia, tetapi juga meluas ke beberapa wilayah di Jawa dan Sumatra.
Penutupan serupa secara resmi diberlakukan di beberapa bandara berikut:
Bandara Internasional Soekarno - Hatta
Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
Bandara Radin Inten II (Lampung)
Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
Bandara Budiarto Curug (Tangerang)
Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan)
Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat, Lampung)
Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam, Sumatra Selatan)
Cuaca Dinamis, Kemenhub Pantau Ketat Rekomendasi BMKG
Pihak otoritas belum bisa memberikan estimasi pasti kapan aktivitas penerbangan di bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali. Hal ini disebabkan oleh kondisi arah angin yang sangat fluktuatif di ruang udara.
"Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis," ujar Menhub Dudy Purwagandhi.
"Tadi disampaikan BMKG bahwa setiap layer ketinggian arah anginnya cepat berubah, sehingga ini yang harus kita pastikan," sambungnya.
Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik serta arah pergerakan debu secara real-time.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







