Antrean Tukang Cukur di Gerbang Sekolah China dan Sisi Psikologis di Balik Aturan Ketat

AKURAT JAKARTA - Aturan rambut siswa di dua sekolah di China menjadi viral setelah penerapannya membuat sejumlah siswa harus memangkas rambut sebelum diperbolehkan masuk sekolah.
Situasi tersebut tidak hanya memunculkan perdebatan mengenai aturan pendidikan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tekanan untuk mengikuti standar kelompok dapat bekerja pada siswa.
Peristiwa ini terjadi di SMA Yinchuan dan SMP Yinchuan No. 24 di Yinchuan, Ningxia Hui, pada hari pertama tahun ajaran baru.
Mengutip South China Morning Post (SCMP), guru berjaga di gerbang untuk memeriksa rambut siswa dan memastikan penampilan mereka sesuai ketentuan sekolah.
Untuk siswa laki-laki, rambut harus berada di atas alis dan telinga serta tidak boleh menyentuh kerah seragam bagian belakang.
Sementara siswi dengan rambut panjang diwajibkan mengikatnya seperti ekor kuda.
Siswi dengan rambut pendek juga memiliki batas tertentu, yakni rambut tidak boleh sampai ke leher.
Sekolah juga melarang seluruh siswa mengeriting atau mewarnai rambut.
Bahkan, siswa laki-laki yang ingin mencukur rambut hingga gundul harus memperoleh izin dari sekolah.
Masalah muncul ketika siswa yang dinilai belum memenuhi ketentuan tersebut tidak diperbolehkan melewati gerbang sekolah.
Baca Juga: Sering Kentut Setelah Makan Sayur dan Kacang? Jangan Cepat Anggap Pencernaanmu Bermasalah
Akibatnya, tukang cukur pun dipanggil ke depan sekolah dan berjajar melayani siswa yang harus segera menyesuaikan penampilan mereka.
Sejumlah siswa bahkan terlihat mengantre untuk memangkas rambut sebelum masuk ke lingkungan sekolah.
"Niat kami bukanlah untuk mencegah siswa masuk sekolah. Kami hanya ingin berkomunikasi dengan orang tua dan berkolaborasi untuk membujuk siswa agar mengadopsi gaya rambut yang standar," kata seorang guru anonim dari SMA Yinchuan, dikutip dari SCMP.
Dari sudut pandang psikologi, situasi tersebut dapat dikaitkan dengan conformity, yakni kecenderungan seseorang menyesuaikan perilaku atau penampilannya dengan norma yang berlaku di lingkungan sosial.
Pada usia sekolah, penerimaan dari lingkungan memiliki peran penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







