Tradisi Ronda Diubah Jadi Konsep Digital, Siswa Indonesia Raih Penghargaan di IGeo 2026

AKURAT JAKARTA - Indonesia kembali mencatat prestasi di ajang International Geography Olympiad (IGeo) 2026.
Tim Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas, satu medali perunggu, serta penghargaan Honorable Mention dalam kategori Poster Presentation.
Namun, ada hal menarik di balik capaian tersebut.
Di tengah persaingan 184 peserta dari 50 negara, tim Indonesia tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik di bidang geografi, tetapi juga memperkenalkan salah satu tradisi masyarakat Indonesia kepada dunia: sistem ronda.
IGeo 2026 berlangsung di Istanbul, Turki, pada 11-17 Agustus 2026.
Tim Indonesia terdiri dari siswa-siswa yang sebelumnya telah melalui ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang Geografi, kemudian mengikuti seleksi dan pembinaan yang dilakukan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen.
Dua medali emas diraih Kaleb Lash Elnathan Naibaho dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta, dan Rafif Adinata Ramadhan dari MAN 1 Pekanbaru, Riau.
Sementara itu, Arkha Enzi Anagi dari SMA Labschool Kebayoran meraih medali perunggu.
Luminaire Tribuana Celmira dari SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan juga mendapat apresiasi atas perjuangannya di kompetisi tersebut.
Di luar perolehan medali, perhatian juga tertuju pada karya poster berjudul The Ronda System: The Indonesian Tradition to Keep Communities Safe.
Baca Juga: Nasib PPPK Paruh Waktu Mulai Terjawab, Status Penuh Menanti pada 2027
Melalui karya tersebut, tim Indonesia memperkenalkan sistem ronda sebagai tradisi masyarakat yang digunakan untuk menjaga keamanan lingkungan.
Bagi sebagian masyarakat Indonesia, ronda mungkin merupakan aktivitas yang sudah biasa ditemui.
Namun, di panggung internasional, tradisi tersebut menjadi cara bagi tim Indonesia untuk memperlihatkan bagaimana masyarakat dapat membangun sistem keamanan berbasis komunitas.
Poster tersebut tidak hanya menjelaskan pengertian ronda.
Tim turut mengulas sejarah, unsur-unsur ronda, perkembangannya, hingga contoh penerapan sistem tersebut di Nglanjaran, Sleman, DI Yogyakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





