Jakarta

Beasiswa Kedokteran Kemenkes ke Jepang Bukan Sekadar Kuliah Gratis, Ini Tantangannya

Anggerhana Denni Rahmawati | 13 Agustus 2026, 17:15 WIB
Beasiswa Kedokteran Kemenkes ke Jepang Bukan Sekadar Kuliah Gratis, Ini Tantangannya
Ilustrasi kuliah kedokteran. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kesempatan kuliah kedokteran di Jepang kini terbuka bagi mahasiswa Indonesia melalui beasiswa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2026.

Namun, program ini bukan sekadar menawarkan pendidikan gratis selama bertahun-tahun.

Penerima beasiswa akan menjalani pendidikan kedokteran selama enam tahun di International University of Health and Welfare (IUHW), Jepang.

Setelah menyelesaikan pendidikan, perjalanan mereka masih berlanjut sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

IUHW merupakan universitas swasta pertama di Jepang yang secara khusus mendedikasikan pendidikan pada bidang kesehatan, kedokteran, dan kesejahteraan sosial.

Salah satu tantangan terbesar program ini adalah kemampuan beradaptasi dengan sistem pendidikan dan profesi kedokteran Jepang.

Sebelum mengikuti pendidikan, penerima beasiswa akan mendapatkan pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan melalui program Japanese-Language Proficiency (JLP).

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, penerima beasiswa juga harus mengikuti National Examination for Medical Practitioners yang dilaksanakan dalam bahasa Jepang.

Artinya, perjalanan untuk menjadi dokter melalui program ini tidak berhenti ketika mahasiswa mendapatkan gelar.

Mereka masih harus melewati tahapan profesi sebelum akhirnya dapat kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Prediksi Skor Vikingur Reykjavik vs FC Thun di Kualifikasi UEL, 14 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 3-0?

Penerima juga diwajibkan menjalani residensi selama dua tahun di Jepang.

Setelah seluruh rangkaian tersebut selesai, barulah peserta dijadwalkan kembali ke Indonesia.

Meski prosesnya cukup panjang, fasilitas yang diberikan cukup lengkap.

Beasiswa mencakup biaya pendaftaran, pendidikan selama enam tahun, laboratorium, materi pembelajaran, hingga pelatihan lainnya.

Penerima juga mendapatkan tempat tinggal berupa kamar tunggal di Narita International House, makan dua kali sehari di kafetaria, serta uang saku bulanan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.