Jakarta

Dari Jualan Kue hingga Mengejar Mimpi Jadi Psikolog, Inilah Kisah Mengharukan Anna di Sekolah Rakyat

Anggerhana Denni Rahmawati | 9 Agustus 2026, 08:30 WIB
Dari Jualan Kue hingga Mengejar Mimpi Jadi Psikolog, Inilah Kisah Mengharukan Anna di Sekolah Rakyat
Sempat jualan kue karena tak bisa sekolah, Anna kini punya mimpi jadi psikolog. - ANTARA

AKURAT JAKARTA - Bagi Anna Maggefirah, mengenakan kembali seragam sekolah bukanlah hal biasa.

Remaja 16 tahun itu sempat mengira pendidikannya akan berhenti setelah lulus SMP karena kehilangan kedua orang tua dan terbatasnya kondisi ekonomi.

Ketika teman-temannya bersiap masuk SMA, Anna justru harus memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan hidup dan sekolah.

Ia tinggal bersama bibinya dan bahkan sempat berjualan kue di sekitar tempat tinggal.

"Orang tua saya sudah meninggal, saya tinggal bersama bibi. Saat libur semester, saya cuma mengunjungi rumah bibi," kata Anna dikutip dari ANTARA, Minggu (9/8/2026).

Keadaan berubah setelah Ketua RT memberitahunya tentang Sekolah Rakyat.

Program tersebut membuka kembali kesempatan bagi Anna untuk melanjutkan pendidikan.

"Awalnya bingung mau sekolah di mana karena ekonomi. Terus ketemu sama Pak RT, dia bilang tentang sekolah ini. Saya tertarik, terus diusahakan sampai saya bisa sekolah di sini," katanya.

Anna mulai belajar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru pada 14 Juli 2025.

Sebagai sekolah berasrama, kebutuhan seperti tempat tinggal, makanan, perlengkapan sekolah, dan buku pelajaran disediakan sehingga ia bisa lebih fokus belajar.

Baca Juga: Tercepat pada Moto3 Inggris 2026, Veda Diakui Media Italia: Bukan Kebetulan

Dari hampir putus sekolah menjadi aktif di sekolah

Kesempatan tersebut perlahan membuat Anna berani mencoba berbagai hal.

Ia kini dipercaya menjadi Wakil Ketua OSIS SRT 9 Banjarbaru.

Ia juga pernah berpidato dalam bahasa Inggris di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Selain itu, Anna mengikuti Olimpiade Sains Nasional dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), bahkan meraih juara ketiga lomba membaca puisi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.