Jakarta

Sisi Lain Kehidupan Guru PPG Dibuka Lewat Lomba Puisi, 81 Karya Terbaik Akan Dibukukan

Anggerhana Denni Rahmawati | 9 Agustus 2026, 07:30 WIB
Sisi Lain Kehidupan Guru PPG Dibuka Lewat Lomba Puisi, 81 Karya Terbaik Akan Dibukukan
Ilustrasi guru sedang menulis puisi. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Selama ini, kisah tentang pendidikan sering kali lebih banyak membicarakan prestasi siswa, perubahan kurikulum, hingga capaian sekolah.

Padahal, ada cerita lain yang berlangsung setiap hari di dalam kelas: perjuangan guru mendampingi murid dan menjalani profesinya.

Cerita-cerita tersebut kini mendapat ruang untuk disampaikan melalui sebuah lomba puisi.

Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar Lomba Menulis Puisi dalam rangka Semarak Lomba Kemerdekaan.

Ajang tersebut secara khusus ditujukan bagi guru lulusan PPG Guru Tertentu atau Dalam Jabatan di seluruh Indonesia.

Namun, lomba ini tidak hanya berbicara mengenai siapa yang akan menjadi juara.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi para guru untuk menuangkan pengalaman, perasaan, serta harapan mereka selama menjalankan tugas sebagai pendidik.

Ketika pengalaman mengajar berubah menjadi puisi

Tema yang diangkat dalam lomba tahun ini adalah "Peran dan Hati Guru untuk Pendidikan Indonesia."

Tema tersebut memberikan ruang cukup luas bagi peserta untuk mengangkat pengalaman personal mereka.

Baca Juga: Tercepat pada Moto3 Inggris 2026, Veda Diakui Media Italia: Bukan Kebetulan

Guru dapat menceritakan bagaimana mereka memandang profesi, menghadapi berbagai situasi di kelas, mendampingi siswa, maupun menyimpan harapan terhadap masa depan pendidikan Indonesia.

Di titik inilah lomba tersebut menjadi menarik.

Sebuah pengalaman yang mungkin terlihat sederhana bagi orang lain bisa memiliki makna besar bagi seorang guru.

Peristiwa ketika seorang siswa akhirnya memahami pelajaran, perjuangan menghadapi keterbatasan, hingga momen kecil yang membuat seorang guru merasa pekerjaannya berarti dapat dituangkan dalam bentuk karya sastra.

Dengan demikian, puisi tidak hanya menjadi karya untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga dapat menjadi catatan perjalanan seorang pendidik.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.