Jakarta

Stunting Tak Selalu Dipicu Kekurangan Pangan, Rendahnya Literasi Gizi Orang Tua Jadi Sorotan

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 Juli 2026, 06:30 WIB
Stunting Tak Selalu Dipicu Kekurangan Pangan, Rendahnya Literasi Gizi Orang Tua Jadi Sorotan
Cegah stunting bukan sekadar soal makanan.

AKURAT JAKARTA - Upaya menekan angka stunting di Indonesia tidak hanya bergantung pada tersedianya makanan bergizi.

Pemahaman orang tua dalam memilih asupan yang sesuai dengan kebutuhan anak juga menjadi faktor penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Di tengah banyaknya pilihan produk pangan dan minuman yang beredar di pasaran, masih ditemukan orang tua yang belum memahami perbedaan fungsi setiap jenis susu.

Kondisi tersebut dinilai berisiko membuat kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi secara optimal, meskipun akses terhadap produk bergizi relatif mudah.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dr. Lovely Daisy, menjelaskan bahwa setiap produk susu memiliki kandungan gizi dan tujuan penggunaan yang berbeda.

Karena itu, masyarakat perlu memahami fungsi masing-masing produk sebelum memberikannya kepada anak.

Ia menerangkan bahwa susu kental manis tidak dirancang sebagai sumber utama pemenuhan gizi balita.

Menurutnya, kandungan gula yang tinggi pada produk tersebut berfungsi sebagai pengawet alami sehingga memiliki masa simpan lebih panjang.

Akibatnya, sebagian besar kalori pada susu kental manis berasal dari gula atau karbohidrat, bukan dari komposisi nutrisi yang dibutuhkan anak untuk mendukung pertumbuhan.

Atas dasar itu, Kementerian Kesehatan menilai peningkatan literasi gizi masyarakat sama pentingnya dengan memperluas akses terhadap pangan bergizi.

Baca Juga: Prediksi Skor Remo vs Vitoria di Brasileiro Serie A, 27 Juli 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah Hadapi Tembok Kokoh Vitoria

Orang tua didorong memahami kandungan, sasaran usia, serta cara penyajian setiap produk agar kebutuhan nutrisi anak dapat dipenuhi secara tepat.

Dengan literasi yang lebih baik, orang tua diharapkan mampu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan anak sehingga tumbuh kembangnya dapat berlangsung secara optimal. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.