Stunting Tak Selalu Dipicu Kekurangan Pangan, Rendahnya Literasi Gizi Orang Tua Jadi Sorotan

AKURAT JAKARTA - Upaya menekan angka stunting di Indonesia tidak hanya bergantung pada tersedianya makanan bergizi.
Pemahaman orang tua dalam memilih asupan yang sesuai dengan kebutuhan anak juga menjadi faktor penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Di tengah banyaknya pilihan produk pangan dan minuman yang beredar di pasaran, masih ditemukan orang tua yang belum memahami perbedaan fungsi setiap jenis susu.
Kondisi tersebut dinilai berisiko membuat kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi secara optimal, meskipun akses terhadap produk bergizi relatif mudah.
Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dr. Lovely Daisy, menjelaskan bahwa setiap produk susu memiliki kandungan gizi dan tujuan penggunaan yang berbeda.
Karena itu, masyarakat perlu memahami fungsi masing-masing produk sebelum memberikannya kepada anak.
Ia menerangkan bahwa susu kental manis tidak dirancang sebagai sumber utama pemenuhan gizi balita.
Menurutnya, kandungan gula yang tinggi pada produk tersebut berfungsi sebagai pengawet alami sehingga memiliki masa simpan lebih panjang.
Akibatnya, sebagian besar kalori pada susu kental manis berasal dari gula atau karbohidrat, bukan dari komposisi nutrisi yang dibutuhkan anak untuk mendukung pertumbuhan.
Atas dasar itu, Kementerian Kesehatan menilai peningkatan literasi gizi masyarakat sama pentingnya dengan memperluas akses terhadap pangan bergizi.
Orang tua didorong memahami kandungan, sasaran usia, serta cara penyajian setiap produk agar kebutuhan nutrisi anak dapat dipenuhi secara tepat.
Dengan literasi yang lebih baik, orang tua diharapkan mampu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan anak sehingga tumbuh kembangnya dapat berlangsung secara optimal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





