Jakarta

Prestasi IChO 2026 Ungkap Rahasia Sukses Siswa Indonesia, Ternyata Dimulai Sejak SMP

Anggerhana Denni Rahmawati | 23 Juli 2026, 18:30 WIB
Prestasi IChO 2026 Ungkap Rahasia Sukses Siswa Indonesia, Ternyata Dimulai Sejak SMP
Perjalanan panjang tim Indonesia di Olimpiade Kimia. (Kemendikdasmen)

AKURAT JAKARTA - Prestasi siswa Indonesia di ajang International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 tidak lahir dalam semalam.

Empat medali yang dibawa pulang dari Tashkent, Uzbekistan, merupakan hasil dari proses seleksi ketat, pembinaan berjenjang, hingga latihan intensif yang dijalani para peserta selama bertahun-tahun.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa prestasi di kompetisi sains internasional dibangun melalui konsistensi, bukan hanya kecerdasan.

Di balik setiap medali, ada kerja keras siswa, dukungan sekolah, para mentor, hingga keluarga yang terus mendampingi perjalanan mereka.

Pada IChO 2026, Indonesia berhasil meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu.

Medali tersebut dipersembahkan oleh Renault Tjandera dari SMAS Santa Laurensia Banten, Muhammad Arya Razan dari MAN Insan Cendekia Serpong Banten, Aloysius Gonzaga Duta Setyawan dari SMA Kesatuan Bangsa DI Yogyakarta, serta Ahmad Kautsar Al Ramadhani dari MAN 2 Kota Malang.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang menghasilkan dua medali perak dan dua medali perunggu.

Berkat hasil itu, Indonesia menempati peringkat ke-28 dunia dari sekitar 95 negara peserta.

Head Mentor Tim IChO Indonesia 2026, Deana Wahyuningrum, menilai hasil tersebut menjadi modal berharga untuk mempersiapkan delegasi Indonesia menghadapi IChO 2027 di Taiwan.

Sebelum berangkat ke Uzbekistan, seluruh anggota tim mengikuti pembinaan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Baca Juga: Back to Hogwarts 2026 Resmi Digelar, Perayaan Ini Jadi Gerbang Era Baru Harry Potter

=====

Program tersebut meliputi pendalaman teori, praktikum laboratorium, hingga simulasi kompetisi internasional.

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh delegasi atas perjuangan yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.

Salah satu peserta, Muhammad Arya Razan, menjadi contoh bagaimana proses panjang menjadi kunci keberhasilan.

Sebelum tampil di IChO, ia lebih dulu melewati Olimpiade Sains Nasional (OSN), mengikuti berbagai tahapan pelatihan, hingga akhirnya dipercaya mewakili Indonesia.

Arya mengaku bersyukur atas hasil yang diraih dan berharap prestasinya dapat mendorong lebih banyak pelajar Indonesia untuk berani mengikuti kompetisi sains.

Menurutnya, kesempatan akan terbuka bagi siapa saja yang mau terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Perjalanan Arya bahkan telah dimulai sejak duduk di bangku SMP.

Guru Kimia MAN Insan Cendekia Serpong, Sartini Subaryatun, menjelaskan bahwa pembinaan dilakukan secara bertahap hingga akhirnya Arya meraih medali emas OSN dan lolos ke pemusatan latihan nasional.

"Kami sangat bangga melihatnya mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi adik-adik kelas untuk mengikuti jejaknya," ujar Sartini.

Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Orang tua Arya, Syaiful Rochman, mengatakan seluruh keluarga selalu memberikan doa dan dukungan selama proses pembinaan hingga kompetisi.

Baca Juga: Percepat Pembangunan Gedung SDN 09 Kebayoran Lama, Gubernur Pramono Bakal Gunakan Dana KLB

=====

"Kami sebagai orang tua selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik. Alhamdulillah, perjuangan Arya membuahkan hasil. Saya sangat bangga karena ia telah mewakili Indonesia dan mengharumkan nama bangsa. Terima kasih kepada Kemendikdasmen melalui Puspresnas, para pembina, dan sekolah yang telah mendampingi seluruh proses pembinaan hingga kompetisi internasional," tuturnya.

Prestasi Indonesia di IChO 2026 pun memperlihatkan bahwa keberhasilan di tingkat internasional merupakan hasil dari ekosistem pembinaan yang berjalan berkelanjutan.

Dengan fondasi tersebut, peluang Indonesia untuk meraih hasil yang lebih baik pada IChO 2027 semakin terbuka. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.