Bukan Sekadar Pintar, Justru Hal Inilah yang Membuat 2 Siswa Indonesia Bisa Lolos ke Olimpiade Dunia

AKURAT JAKARTA - Tahun ini, Kaleb Lash Elnathan Naibaho dari SMA Labschool Kebayoran akan mewakili Indonesia pada International Geography Olympiad (IGeO) di Istanbul, Turki.
Sementara Nicholas Ardi Tirta dari SMA Santa Laurensia Alam Sutera dipercaya mengikuti International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) di Abu Dhabi.
Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus.
Kaleb pernah gagal pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi pada 2024.
Kegagalan itu justru menjadi titik balik untuk mengevaluasi diri dan mempersiapkan diri lebih matang hingga akhirnya berhasil lolos ke tingkat internasional.
Nicholas juga mengalami pengalaman serupa.
Ia sempat gagal di OSN Informatika sebelum akhirnya terus memperbaiki kemampuan dan berhasil menjadi salah satu delegasi Indonesia di bidang kecerdasan buatan.
Persiapan menuju olimpiade dunia pun tidak ringan.
Selain mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang dibimbing para akademisi dan peneliti, para peserta juga menjalani latihan mandiri secara intensif.
Untuk bidang geografi, misalnya, peserta dapat mengerjakan sekitar 100 soal setiap pekan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
=====
Meski demikian, tantangan belum berhenti.
Bidang Artificial Intelligence terus berkembang sehingga materi yang dipelajari harus selalu mengikuti perubahan teknologi terbaru.
Sementara peserta geografi juga harus mempersiapkan diri menghadapi perbedaan budaya, bahasa, hingga zona waktu saat bertanding di luar negeri.
Keikutsertaan dalam olimpiade internasional bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga membawa nama Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara.
Karena itu, para delegasi berharap prestasi akademik seperti ini mendapat perhatian lebih, termasuk menjadi nilai tambah dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Perjalanan dua siswa tersebut menunjukkan bahwa prestasi di tingkat dunia tidak lahir dalam semalam.
Di balik pencapaian itu terdapat keberanian untuk bangkit setelah gagal, disiplin menjalani latihan, serta komitmen untuk terus belajar hingga mampu bersaing di panggung internasional. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







