Jakarta

Gubernur Pramono Izinkan Nobar Piala Dunia 2026 di Fasilitas Pemprov Jakarta, Ingatkan ASN Asal Tak Ganggu Jam Kerja

Laode Akbar | 11 Juni 2026, 14:56 WIB
Gubernur Pramono Izinkan Nobar Piala Dunia 2026 di Fasilitas Pemprov Jakarta, Ingatkan ASN Asal Tak Ganggu Jam Kerja
Ilustrasi - Piala Dunia 2026

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di sejumlah fasilitas milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Namun, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu jam kerja, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Pramono, sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) telah mengajukan permohonan untuk menggelar siaran langsung pertandingan Piala Dunia.

Baca Juga: HUT Jakarta ke-499 Hadirkan MRT Gratis, Begini Cara Naiknya untuk Pemula

"Banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia," kata Pramono kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Meski demikian, ia menilai terdapat tantangan tersendiri karena sebagian besar pertandingan berlangsung pada jam kerja.

"Problemnya adalah karena harinya, jamnya itu jam orang bekerja. Yang paling penting, jangan sampai kemudian mengganggu orang yang sedang bekerja. Karena jamnya adalah jam orang bekerja," ujarnya.

Pramono menjelaskan sebagian besar pertandingan digelar pada pagi hingga siang hari, sehingga perlu pengelolaan yang baik agar antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia tidak berdampak pada produktivitas kerja.

"Kebanyakan jam 9, jam 10, jam 11, sehingga ini menjadi persoalan tersendiri kalau tidak dikelola secara baik," ucapnya.

Baca Juga: Serap Lebih dari 1 Ton Sampah Tiap Pekan, Pramono Dukung RW 07 Joglo Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah

Meski demikian, Pemprov DKI pada prinsipnya memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

"Tetapi secara prinsip, saya akan memberikan ruang. Apa pun masyarakat ataupun ASN ataupun publik juga perlu untuk memanfaatkan Piala Dunia," katanya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menilai gelaran Piala Dunia kali ini memiliki daya tarik lebih karena tidak hanya menyuguhkan pertandingan sepak bola, tetapi juga menghadirkan dinamika global yang menarik perhatian publik.

"Menurut saya menjadi semakin menarik karena tidak semata-mata persoalan bola, tetapi ketika geopolitik yang seperti ini sehingga dengan demikian menjadi lebih menarik," tuturnya.

Diketahui, Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya, ajang empat tahunan ini diikuti oleh 48 negara peserta dan diselenggarakan bersama oleh tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Baca Juga: Simak! JAKIM 2026 Digelar Akhir Pekan Ini, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin, Ini Rincian dan Rute Alternatifnya

Berdasarkan jadwal resmi FIFA, Piala Dunia 2026 berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Sebanyak 104 pertandingan akan dimainkan di 16 kota penyelenggara yang tersebar di tiga negara tersebut.

Laga pembuka akan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan pada 11 Juni 2026. Sementara partai final dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 untuk menentukan juara dunia yang baru. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.