Jakarta

Gubernur Pramono Dorong Transjabodetabek Jadi Alternatif Transportasi ke Bandara Soetta, Sekarang Mayoritas Masih Gunakan Kendaraan Pribadi

Laode Akbar | 12 Maret 2026, 17:27 WIB
Gubernur Pramono Dorong Transjabodetabek Jadi Alternatif Transportasi ke Bandara Soetta, Sekarang Mayoritas Masih Gunakan Kendaraan Pribadi
Transjabodetabek rute Blok M - Bandara Soetta.

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut mayoritas masyarakat yang bepergian ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) masih menggunakan kendaraan pribadi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta atau SH2 sebagai alternatif transportasi publik untuk mengurangi kemacetan.

Pramono mengatakan berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sekitar 70 hingga 80 persen penumpang bandara masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk menuju bandara.

Baca Juga: Wabup Tangerang Dorong Digitalisasi Retribusi Daerah Melalui Sistem WEB Register, Buka High Level Meeting TP2DD 2026

"Kita tahu bersama bahwa masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi ketika mereka akan bepergian menggunakan airport itu antara 70 sampai 80 persen menggunakan kendaraan pribadi," kata Pramono saat peresmian rute Transjabodetabek SH2 di Terminal Blok M, Kamis (12/3/2026).

Ia juga mengungkapkan jumlah penumpang Bandara Soekarno-Hatta mencapai sekitar 54,9 juta orang per tahun.

Dengan tingginya penggunaan kendaraan pribadi, kondisi ini dinilai berpotensi menambah beban lalu lintas di Jakarta dan wilayah penyangga.

"Angka ini cukup signifikan. Jika 70 sampai 80 persen menggunakan transportasi pribadi, pasti berpotensi menambah beban atau kemacetan di lapangan," ujarnya.

Sebagai solusi, Pemprov DKI Jakarta mengoperasikan 14 armada bus TransJabodetabek untuk melayani rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Layanan ini beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan waktu tunggu bus berkisar antara 10 hingga 20 menit.

Baca Juga: Bukan Obat, 7 Makanan Ini Ternyata Bisa Redakan Peradangan

Gubernur Pramono memperkirakan rute baru ini dapat melayani sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang per hari.

Ia berkaca pada keberhasilan rute TransJabodetabek lainnya seperti Blok M–Bogor yang mampu melampaui target jumlah penumpang.

"Kemungkinan akan melayani antara 1.900 sampai dengan 2.000 penumpang, seperti ketika kita menargetkan TransJabodetabek rute Blok M–Bogor yang waktu itu rencananya 2.000, sekarang di hari libur sudah 8.500 lebih," jelasnya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu optimistis kehadiran rute baru ini akan memberikan manfaat besar bagi warga Jakarta dan sekitarnya sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Baca Juga: Pegawai PJLP Pemprov DKI Keluhkan Potongan Pajak THR Rp 2 Juta, Gubernur Pramono: Sudah Sesuai Aturan Pusat

"Dengan demikian, kemanfaatan TransJabodetabek bagi warga Jakarta dan sekitarnya memang cukup tinggi," katanya.

Sementara Wali Kota Tangerang, Sjahruddin, menyambut baik peluncuran Transjabodetabek rute Blok M - Bandara Soetta tersebut.

Ia menilai layanan ini dapat membantu mengurangi kemacetan, terutama mengingat banyak warga Tangerang yang bekerja di Jakarta.

"Dengan adanya peluncuran TransJabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta ini barangkali akan bisa meminimalisir kemacetan di beberapa titik, baik di Jakarta maupun di Kota Tangerang," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.