Ingat! 45 Kelurahan di Jakarta Alami Gangguan Layanan Air Bersih PAM Jaya pada Malam Ini, Gubernur Pramono: Dipicu Perbaikan Gardu Listrik PLN

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan penyebab gangguan layanan air bersih PAM Jaya yang berdampak pada 45 kelurahan di Jakarta pada Jumat (5/6) malam hingga Sabtu (6/6) dini hari.
Pramono menuturkan, gangguan tersebut bukan disebabkan oleh persoalan operasional PAM Jaya, melainkan gangguan terjadi karena adanya pekerjaan perbaikan gardu listrik oleh PLN.
Informasi tersebut diterimanya langsung oleh Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, dalam rapat paripurna sebelumnya.
"Memang akan ada pemadaman. Kemarin dalam rapat paripurna sudah dilaporkan oleh Dirut PAM Jaya kepada kami," ujar Pramono di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Pramono menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan bukan berasal dari sistem PAM Jaya, melainkan akibat pemeliharaan infrastruktur kelistrikan yang menopang layanan tersebut.
"Dan pemadaman ini dilakukan karena PLN melakukan perbaikan terhadap listrik, gardu listrik yang ada. Sehingga inilah yang memberikan dampak," tuturnya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena gangguan bersifat sementara dan diharapkan dapat segera dipulihkan setelah pekerjaan selesai dilakukan.
"Jadi bukan karena PAM Jaya-nya, tetapi memang karena gardu listrik yang dikelola oleh PLN dilakukan renovasi, dilakukan perbaikan, dan sebagainya sehingga akan memberikan dampak terhadap itu," kata Pramono.
Diketahui, sebanyak 45 kelurahan di Jakarta diperkirakan terdampak gangguan layanan air bersih PAM Jaya akibat penghentian sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan gardu listrik milik PLN pada 5–6 Juni 2026.
Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika, mengatakan pekerjaan pemeliharaan gardu SN45 hanya berlangsung selama dua jam, yakni mulai Jumat (5/6) pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (6/6) pukul 01.00 WIB.
Namun dampak terhadap pelanggan diperkirakan dapat berlangsung lebih lama. Bahkan bisa sampai berhari-hari.
"Untuk recovery supaya lebih cepat, kami akan mendorong air dengan debit maksimum. Tetapi berdasarkan pengalaman, recovery ke titik yang terjauh bisa sampai 2x24 jam, bahkan pernah sampai lima hari," kata Santika dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




