Jakarta

Asyik! Pemprov DKI Terapkan Tarif Rp1 Transportasi Umum pada 24 April, Peringati Hari Kartini dan Transportasi Nasional

Laode Akbar | 23 April 2026, 16:31 WIB
Asyik! Pemprov DKI Terapkan Tarif Rp1 Transportasi Umum pada 24 April, Peringati Hari Kartini dan Transportasi Nasional
Ilustrasi - Tarif transjakarta Rp1 pada 24 April 2026

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp1 untuk layanan transportasi umum dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Transportasi Nasional. Kebijakan ini berlaku pada 24 April 2026 mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

Layanan yang mendapatkan tarif khusus tersebut mencakup Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan kebijakan ini bertujuan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik.

Baca Juga: Harga MinyaKita Naik, Dinas PPKUKM Pastikan Pasokan Aman dan Larang Digunakan Jadi Bansos

"Ini kami berikan agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum," ujar Pramono dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, untuk layanan Mikrotrans, Transjakarta Cares, serta kelompok masyarakat penerima tarif Rp0, ketentuan tetap mengacu pada Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 160 Tahun 2016.

Pemprov DKI mencatat, sepanjang Triwulan I 2026 jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 112,1 juta orang.

Angka ini meningkat 7,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 103,8 juta penumpang.

Peningkatan tersebut didorong oleh sejumlah langkah, seperti perluasan rute dan armada, peningkatan fasilitas dan infrastruktur, integrasi layanan, serta digitalisasi sistem pembayaran, hingga kampanye penggunaan transportasi publik.

Baca Juga: Persiapan May Day 2026: Bupati Tangerang Tekankan Sinergi Forkopimda dan Buruh, Gelar POB, Macing Bersama hingga Donor Darah

Pramono menambahkan, penggunaan transportasi umum memiliki berbagai manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan.

"Beralih ke transportasi publik membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara. Selain itu, lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga, serta mendorong gaya hidup sehat," tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.