Peluncuran Danantara Memicu Reaksi Pro Kontra di Masyarakat, Apa Alasannya?

AKURAT JAKARTA - Sedang ramai diperbincangkan publik, presiden Prabowo Subianto meluncurkan danantara sebagai kekuatan yang menunjang perekonomian Indonesia.
Melalui jumpa pers yang diadakan di Istana Merdeka, Jakarta Senin (17/2) Prabowo menyatakan optimis bahwa BPI Danantara akan menjadi dana investasi masa depan Indonesia.
"Danantara ini kekuatan ekonomi, dana investasi yang merupakan energi kekuatan masa depan Indonesia. Kekayaan negara dikelola, dihemat untuk anak cucu kita," jelas Prabowo.
Baca Juga: Kemendikdasmen Terkena Efisiensi Anggaran, 400 Ribu Guru Terancam Batal Ikut PPG 2025?
Kabarnya, danantara sendiri akan resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025 dan akan menjadi sovereign wealth fund Indonesia.
Dimana nantinya, danantara disebut-sebut akan mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.000 triliun dengan proyeksi dana awal untuk Danantara mencapai 20 miliar dolar AS.
Lantas mengapa Danantara menjadi ramai dibahas oleh warganet? Apa sebenarnya misi dari Danantara itu sendiri?
Menurut penuturan presiden Prabowo Subianto dana yang akan dikelola Danantara akan digunakan untuk membiayai proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi diberbagai sektor.
Baca Juga: Jadi Trending di Media Sosial X, Apa Maksud Dari Seruan Indonesia Gelap?
Seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir dan produksi pangan.
Peluncuran Danantara ini selanjutnya memicu reaksi publik karena memiliki dampak multilpier atas kebijakan efisiensi yang selama ini digembar-gemborkan untuk menyukseskan program makan gratis.
Namun rupanya dana tersebut diperuntukan untuk danantara.
Belum lagi dana ribuan triliun yang digelontorkan tersebut isunya tidak bisa diaudit oleh KPK maupun BPK tanpa izin dari DPR.
Baca Juga: UKT Diisukan Naik Imbas Efisiensi Anggaran, Menkeu Sri Mulyani Pastikan Tak Akan Terjadi di PTN
Selanjutnya, adanya danantara ditakutkan akan berisiko melemahkan kewenangan penegak hukum.
Jika hal tersebut benar terjadi, maka potensi korupsi di BUMN yang tergabung dengan Danantara bisa meningkat.
Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Danantara menuai pro dan kontra di masyarakat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







