Jakarta

Peluncuran Danantara Memicu Reaksi Pro Kontra di Masyarakat, Apa Alasannya?

Titania Isnaenin | 18 Februari 2025, 21:21 WIB
Peluncuran Danantara Memicu Reaksi Pro Kontra di Masyarakat, Apa Alasannya?

 

 

 

AKURAT JAKARTA - Sedang ramai diperbincangkan publik, presiden Prabowo Subianto meluncurkan danantara sebagai kekuatan yang menunjang perekonomian Indonesia.

Melalui jumpa pers yang diadakan di Istana Merdeka, Jakarta Senin (17/2) Prabowo menyatakan optimis bahwa BPI Danantara akan menjadi dana investasi masa depan Indonesia.

"Danantara ini kekuatan ekonomi, dana investasi yang merupakan energi kekuatan masa depan Indonesia. Kekayaan negara dikelola, dihemat untuk anak cucu kita," jelas Prabowo.

Baca Juga: Kemendikdasmen Terkena Efisiensi Anggaran, 400 Ribu Guru Terancam Batal Ikut PPG 2025?

Kabarnya, danantara sendiri akan resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025 dan akan menjadi sovereign wealth fund Indonesia.

Dimana nantinya, danantara disebut-sebut akan mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.000 triliun dengan proyeksi dana awal untuk Danantara mencapai 20 miliar dolar AS.

Lantas mengapa Danantara menjadi ramai dibahas oleh warganet? Apa sebenarnya misi dari Danantara itu sendiri?

Menurut penuturan presiden Prabowo Subianto dana yang akan dikelola Danantara akan digunakan untuk membiayai proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi diberbagai sektor.

Baca Juga: Jadi Trending di Media Sosial X, Apa Maksud Dari Seruan Indonesia Gelap?

Seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir dan produksi pangan.

Peluncuran Danantara ini selanjutnya memicu reaksi publik karena memiliki dampak multilpier atas kebijakan efisiensi yang selama ini digembar-gemborkan untuk menyukseskan program makan gratis.

Namun rupanya dana tersebut diperuntukan untuk danantara.

Belum lagi dana ribuan triliun yang digelontorkan tersebut isunya tidak bisa diaudit oleh KPK maupun BPK tanpa izin dari DPR.

Baca Juga: UKT Diisukan Naik Imbas Efisiensi Anggaran, Menkeu Sri Mulyani Pastikan Tak Akan Terjadi di PTN

Selanjutnya, adanya danantara ditakutkan akan berisiko melemahkan kewenangan penegak hukum.

Jika hal tersebut benar terjadi, maka potensi korupsi di BUMN yang tergabung dengan Danantara bisa meningkat.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Danantara menuai pro dan kontra di masyarakat. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.