Kebijakan Baru Soal Pembelian Gas Elpiji 3 Kg Buat Emak-emak Auto Panik, Bahlil Pastikan Stok Aman

AKURAT JAKARTA - Kebijakan baru pemerintah terkait penghentian pendistribusian gas elpiji 3 Kg ke warung pengecer membuat sejumlah warga mulai panik.
Beberapa warga mengeluhkan kelangkaan gas elpiji yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten hingga Jakarta.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi adanya isu kelangkaan tersebut.
Menurutnya, gas elpiji 3 Kg sudah dipastikan memiliki stok yang aman tidak mengalami kelangkaan.
Hanya saja, pihaknya tengah membatasi pembelian gas bersubsidi tersebut agar pendistribusian lebih tepat sasaran.
“Langka sih enggak. Saya pastikan enggak. Enggak ada (kelangkaan). Tapi memang setiap rumah tangga dibatasi (pembeliannya),” ucap Bahlil dikutip dari ANTARA pada Minggu (2/2).
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa pembatasan pembelian yang dimaksud adalah terkait melakukan penjagaan apabila ada pembelian gas diluar batas wajar.
Sebab, kata dia, apabila dalam satu rumah tangga membutuhkan 10 tabung gas namun tiba-tiba melakukan pembelian sebanyak 30 tabung.
Ia menyebut ada kejanggalan dan maksud lain yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg Tak Lagi Bisa Dijual di Warung Eceran, Ternyata Belinya Harus Disini, Begini Caranya
“Pasti kami batasi (pembeliannya). Karena kalau beli banyak seperti itu, pasti ada maksud lain. Itu yang kami tata,” ucap Bahlil.
Kebijakan tersebut juga selaras dengan keinginan pemerintah terkait efisiensi program gas subsidi energi yang telah dikeluarkan.
“Rp80 triliun lebih anggaran pemerintah dikeluarkan untuk menangani subsidi LPG ini,” ucapnya.
Terkait hal ini, Bahlil berharap bahwa penggunaan gas elpiji 3 kg dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Adapun bagi masyarakat yang tidak termasuk dalam golongan penerima, ia menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembelian gas LPG 3 kg tersebut.
Termasuk mereka yang menggunakannya sebagai kebutuhan industri.
“Jangan pakai LPG 3 kg karena LPG 3 kg itu kan subsidi pemerintah,” tutur Bahlil. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





