Jakarta

Festival Cisadane 2026 Tak Hanya Soal Balap Perahu Naga, Ada Dampak Besar bagi Atlet hingga UMKM

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Juli 2026, 16:15 WIB
Festival Cisadane 2026 Tak Hanya Soal Balap Perahu Naga, Ada Dampak Besar bagi Atlet hingga UMKM
Ribuan pengunjung padati Festival Cisadane.

AKURAT JAKARTA - Festival Cisadane 2026 kembali menjadi magnet bagi ribuan pengunjung yang memadati bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang.

Selain menyajikan perlombaan perahu naga yang berlangsung sengit, agenda tahunan ini juga memberikan ruang bagi pembinaan atlet muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan kuliner.

Memasuki hari kedua sekaligus penutupan festival, perlombaan dragon boat berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

Pengunjung tidak hanya disuguhi adu cepat para atlet di atas lintasan air, tetapi juga dapat menikmati pertunjukan seni budaya, hiburan musik, serta ratusan stan UMKM yang menawarkan beragam produk dan kuliner lokal.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Kaonang, menjelaskan bahwa lomba perahu naga telah berkembang menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam Festival Cisadane.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berperan menjaga prestasi olahraga dayung sekaligus memperkuat identitas Sungai Cisadane sebagai ruang budaya, olahraga, dan pariwisata di Kota Tangerang.

Pada hari pertama pelaksanaan, kompetisi difokuskan bagi pelajar SMP dan SMA se-Kota Tangerang melalui kategori Traditional Boat Race (TBR) nomor 200 meter dan 500 meter.

Ajang tersebut menjadi wadah bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

Panitia dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Tangerang, Achmad Faisal, menerangkan bahwa kategori pelajar sengaja dihadirkan sebagai bagian dari upaya regenerasi atlet dayung.

Sementara itu, kategori umum diikuti puluhan tim dari berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Papua, sehingga persaingan berlangsung semakin kompetitif.

Ia juga berharap penyelenggaraan tahun berikutnya dapat berkembang dengan menghadirkan lebih banyak nomor perlombaan, tidak hanya perahu naga, tetapi juga cabang kano dan nomor lain yang dipertandingkan pada kejuaraan nasional.

Tak hanya olahraga, Festival Cisadane juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menjangkau lebih banyak pengunjung.

Ratusan tenant kuliner dan produk lokal memenuhi kawasan festival, menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman dengan harga yang relatif terjangkau.

Pengunjung bahkan dapat menikmati wisata kuliner seharian dengan anggaran sekitar Rp100.000, mulai dari sarapan makanan khas Tangerang, makan siang, menikmati minuman pada sore hari, hingga makan malam dan membeli oleh-oleh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, menjelaskan bahwa kehadiran ratusan pelaku UMKM merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Tak Hanya Perbaiki Gedung, Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Bisa Berikan Efek Psikologis yang Baik untuk Siswa

=====

Menurutnya, Festival Cisadane tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui meningkatnya aktivitas perdagangan selama acara berlangsung.

Dengan menggabungkan olahraga, budaya, hiburan, dan kuliner dalam satu lokasi, Festival Cisadane 2026 menjadi contoh bagaimana sebuah festival daerah mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

Tidak hanya menghadirkan tontonan menarik, acara ini juga membuka peluang lahirnya atlet baru sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Tangerang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.