Jipeng Betawi, Perpaduan Tanji dan Topeng yang Menjadi Warisan Budaya

AKURAT JAKARTA - Budaya Betawi dikenal kaya akan ragam kesenian tradisional, mulai dari lenong, gambang kromong, ondel-ondel, hingga tanjidor.
Setiap bentuk seni tersebut lahir dari kehidupan masyarakat Betawi yang terbuka, dinamis, dan penuh warna.
Di antara sekian banyak kesenian itu, ada satu pertunjukan yang unik dan sering menjadi hiburan dalam pesta rakyat, yakni Jipeng.
Baca Juga: The Smashing Pumpkins Siap Guncang Jakarta dengan Konser Rock Invasion
Kesenian ini merupakan hasil perpaduan tanjidor dan topeng, yang kemudian dipadukan dengan nyanyian, tarian, serta lawakan khas Betawi.
Muasal Jipeng bermula dari tanji—sebuah bentuk musik tiup khas Betawi—yang dipentaskan bersama topeng.
Unsur lawakan kemudian ditambahkan, menjadikannya sebuah seni peran yang hidup di tengah masyarakat.
Baca Juga: 5 Herba Paling Ampuh untuk Redakan Keracunan Makanan Secara Alami
Cerita-cerita yang diangkat biasanya menggambarkan keseharian warga Betawi atau kisah rakyat Sunda, sementara lagu-lagu yang dinyanyikan pun sering kali merupakan gabungan antara tradisi Betawi dan Sunda.
Dari sisi instrumen, Jipeng tidak jauh berbeda dengan tanjidor.
Alat musik yang digunakan mencakup klarinet, trompet, trombone, tenor, bass tambur, dan simbal, serta ditambah gendang, gong, dan alat gesek tradisional seperti tehyan atau rebab.
Baca Juga: Jangan Lupa, Jakarta Running Festival 2025 di Oktober Ini, Semua Kalangan Bisa Berlari
Perpaduan ini menciptakan lantunan musik yang meriah dan mampu menghidupkan suasana.
Pementasan Jipeng lazim dilakukan di lapangan terbuka, terutama saat hajatan besar seperti pernikahan atau khitanan.
Hal ini karena pertunjukan melibatkan banyak elemen seperti musik, tari, nyanyi, dan lawakan yang menarik perhatian masyarakat luas.
Baca Juga: Konser Musik Awal Oktober, Synchronize Festival 2025 Kembali Hadir, Usung Tema #SalingSilang
Penonton berkumpul, menikmati hiburan, sekaligus menjadikan Jipeng sebagai wadah kebersamaan.
Keistimewaan Jipeng terletak pada kemampuannya menyatukan berbagai unsur seni dalam satu panggung.
Ia bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan juga media untuk menyampaikan kritik sosial dengan cara yang ringan dan menghibur.
Baca Juga: Jangan Panik! 7 Tips Praktis Atasi Keracunan Makanan
Meski kini jarang terlihat, Jipeng tetap menjadi warisan budaya yang mencerminkan identitas masyarakat Betawi, sebuah seni yang unik dan tak lekang oleh zaman. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






