Ketua Golkar DKI Ahmed Zaki Sebut Ancaman Terhadap Pancasila Jadi Tantangan Terbesar Indonesia

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, menilai tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia bukan hanya persoalan ekonomi maupun dinamika sosial, tetapi juga ancaman terhadap ideologi negara, yakni Pancasila.
Hal itu disampaikan Zaki saat memberikan sambutan pada acara Pengajian Ideologi Kebangsaan (PIK-4) yang digelar di Halaman Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Senin (1/6/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Zaki menyebut, perjalanan panjang Indonesia sebagai negara telah menghadapi berbagai ujian dan tantangan. Namun menurutnya, tantangan yang paling mendasar adalah upaya mengubah ideologi bangsa.
"Ada berbagai macam ujian, tantangan, dan juga cobaan kepada perjalanan panjang Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. Tantangan yang paling besar adalah merubah ideologi Pancasila kita," kata Zaki.
Meski demikian, ia menilai Indonesia hingga saat ini mampu mempertahankan fondasi ideologinya di tengah berbagai perubahan zaman.
"Tapi alhamdulillah, dalam perjalanan zaman kita sampai hari ini, ideologi republik kita tetap berpegang teguh kepada Pancasila," ujarnya.
Menurut Zaki, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga tujuan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam berpikir dan bertindak.
Ia juga menekankan pentingnya proses pendidikan kebangsaan agar pemahaman mengenai Pancasila tidak berhenti sebatas hafalan, tetapi menjadi bagian dari cara pandang masyarakat.
"Dalam kegiatan ini kita ingin bagaimana Pancasila sebagai ideologi kita menjadi pola pikir kita, menjadi bangunan konstruksi berpikir kita untuk menjaga Republik Indonesia yang kita cintai," kata Zaki.
Pada kesempatan itu, mantan Bupati Tangerang dua periode itu juga menyoroti peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan bangsa.
Menurut dia, masa depan Indonesia akan berada di tangan generasi penerus yang kelak memegang estafet kepemimpinan nasional.
"Di tangan anak muda inilah bangsa dan republik besar ini akan beralih masa-masa kepemimpinannya," ucapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







