Jakarta

The Jakmania, Kisah Suporter Setia Persija Jakarta Sejak Zaman Hindia Belanda

Fadhil Dhuha Rizqullah | 21 September 2023, 10:45 WIB
The Jakmania, Kisah Suporter Setia Persija Jakarta Sejak Zaman Hindia Belanda

AKURAT.CO - Klub sepak bola Persija Jakarta memiliki suporter yang begitu setia dikenal dengan nama "The Jakarta Mania" atau lebih dikenal dengan sebutan "Jakmania".

Namun, perjalanan Jakmania dalam mendukung Persija tidak selalu mulus seperti saat ini.

Pada zaman Hindia Belanda, klub ini dikenal sebagai Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) dan memiliki suporter setia yang disebut VIJers.

Baca Juga: Resmi Gabung Persija, Ryo Matsumara Janji Cetak Gol untuk The Jak Mania

Namun, setelah kemerdekaan Indonesia, VIJers menghilang entah ke mana dan VIJ mengganti namanya menjadi Persidja serta bergabung dengan Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO).

Munculnya sebuah kelompok suporter bernama Persija Fans Club (PFC), pada awalnya hanya terbuka untuk keluarga pemain, pengurus Persija, dan beberapa artis ibu kota Jakarta.

Melihat sedikitnya suporter Persija saat itu dan ketidakjelasan PFC, gagasan untuk membentuk suporter baru pun muncul pada tahun 1997, dan itulah awal mula Jakmania. 

Baca Juga: Jejak Sejarah Stadion Menteng, Tempat Bersejarah Persija dan Sepak Bola Jakarta

Ide pembentukan Jakmania berasal dari Diza Rasyid Ali, yang saat itu menjadi manajer Persija. Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, yang juga menjadi pembina Persija, memberikan dukungan penuh terhadap ide ini.

Dengan harapan untuk membangkitkan kembali semangat sepak bola di Jakarta, baik dari tim maupun pendukungnya.

Pada awalnya, Jakmania hanya terdiri dari sekitar 100 orang anggota dan 40 pengurus. Figur yang dikenal di mata masyarakat, Gugun Gondrong, dipilih sebagai pemimpin mereka. Meskipun seorang selebriti, Gugun ingin merasa sama dengan yang lain.

Baca Juga: Kontrak dengan HYBE Diperpanjang, BTS Siap Comeback di 2025

Lambang Jakmania adalah sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf "J," ide yang diusulkan oleh Edi Supatmo, yang saat itu menjadi Humas Persija. Lambang ini masih dipertahankan hingga saat ini sebagai simbol jati diri Jakmania.

Gugun digantikan oleh Ir. Tauhid Indrasjarief, yang lebih akrab disapa Bung Ferry, dan memimpin Jakmania hingga tiga periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry, Jakmania terus tumbuh dan berkembang. Organisasi Jakmania pun diatur dengan baik.

Setelah pemilihan ketua umum pada tahun 2005, Hanandoyo Ismartani atau Bung Danang terpilih sebagai Ketua Umum baru untuk periode 2005-2007. Jakmania telah beberapa kali melakukan regenerasi kepemimpinan, dan saat ini, Diky Soemarno adalah Ketua Umum yang memimpin mereka.

Saat ini, Jakmania telah menjadi salah satu kelompok suporter terbesar dengan lebih dari 80.000 anggota yang tersebar di berbagai wilayah di sekitar Jabodetabek, dengan 8 Biro Resmi di luar Jabodetabek dan satu Biro Resmi di luar negeri, yakni di Tokyo, Jepang.

Mereka terus memberikan dukungan penuh kepada Persija Jakarta, menjadi bagian penting dalam dunia sepak bola Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.