Jakarta

Buntut Piala Dunia 2026, DPR AS Selidiki Presiden FIFA Gianni Infantino Terkait Dugaan Intervensi Donald Trump

Aisya Nur Aziza | 29 Juli 2026, 06:28 WIB
Buntut Piala Dunia 2026, DPR AS Selidiki Presiden FIFA Gianni Infantino Terkait Dugaan Intervensi Donald Trump
DPR AS duga ada intervensi politik Trump saat gelaran Piala Dunia 2026/Kevin Dietsch/Getty Images

AKURAT JAKARTA — Anggota senior Komite Yudisial DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, resmi meluncurkan penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino.

Penyelidikan ini berfokus pada potensi pelanggaran etika dan kejanggalan hubungan antara badan sepak bola dunia tersebut dengan Donald Trump pasca Piala Dunia 2026.

Melalui surat resmi yang dikirimkan pada Minggu (26/7/2026), Raskin mendesak FIFA untuk menyerahkan seluruh dokumen terkait pemberian hadiah, alokasi pembayaran, maupun bentuk manfaat lain yang dialirkan kepada Trump dan para koleganya.

Selain meminta log tamu kantor baru FIFA di Trump Tower, Manhattan, Raskin juga menjadwalkan pemeriksaan wawancara bertranskrip terhadap Infantino yang ditargetkan berlangsung paling lambat 9 Agustus mendatang.

Baca Juga: Prediksi Skor Kairat Almaty vs Omonia di Kualifikasi UCL, 29 Juli 2026: Misi Comeback Tuan Rumah di Kazakhstan

Kontroversi Kartu Merah Balogun dan Panggung Final

Sorotan terhadap kedekatan Infantino dan Trump makin memuncak dalam laga final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium.

Sorakan cemoohan dari ribuan penonton membahana ketika kedua tokoh tersebut naik ke panggung untuk menyerahkan trofi juara.

Hubungan erat ini memicu ketegangan diplomatik olahraga setelah muncul dugaan bahwa Trump melobi Infantino secara langsung.

Lobi tersebut ditengarai bertujuan membatalkan sanksi kartu merah yang diterima penyerang timnas AS, Folarin Balogun, menjelang laga krusial babak 16 besar melawan Belgia.

Yang mana permintaan itu pada akhirnya dikabulkan oleh pihak FIFA.

Raskin menilai Infantino secara sengaja meruntuhkan benteng etika organisasi demi keuntungan politik.

"Kurangnya pengawasan ini telah membuka jalan bagi Anda untuk menjilat administrasi Trump," tegas Raskin dalam suratnya, merujuk pada langkah Infantino yang sempat membubarkan komite etika independen FIFA di awal kepemimpinannya.

Baca Juga: Prediksi Skor Shamrock Rovers vs Ararat-Armenia di Kualifikasi UCL, 29 Juli 2026: Mampukah The Hoops Bangkit di Tallaght?

Isu Dynamic Pricing Tiket dan Desakan Internasional

Tak hanya intervensi politik, Komite Yudisial DPR AS juga menyoroti skandal penjualan tiket Piala Dunia 2026 yang mengadopsi sistem harga dinamis (dynamic pricing).

Kebijakan tersebut memicu melonjaknya harga tiket hingga berlipat ganda, yang dinilai Raskin sebagai bentuk komersialisasi berlebihan dan praktik eksploitasi terhadap penggemar sepak bola di AS.

Respons Gianni Infantino

Menanggapi tuduhan keras tersebut, Gianni Infantino membantah seluruh tuduhan melalu unggahan di akun Instagram pribadinya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.