Buntut Piala Dunia 2026, DPR AS Selidiki Presiden FIFA Gianni Infantino Terkait Dugaan Intervensi Donald Trump

AKURAT JAKARTA — Anggota senior Komite Yudisial DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, resmi meluncurkan penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino.
Penyelidikan ini berfokus pada potensi pelanggaran etika dan kejanggalan hubungan antara badan sepak bola dunia tersebut dengan Donald Trump pasca Piala Dunia 2026.
Melalui surat resmi yang dikirimkan pada Minggu (26/7/2026), Raskin mendesak FIFA untuk menyerahkan seluruh dokumen terkait pemberian hadiah, alokasi pembayaran, maupun bentuk manfaat lain yang dialirkan kepada Trump dan para koleganya.
Selain meminta log tamu kantor baru FIFA di Trump Tower, Manhattan, Raskin juga menjadwalkan pemeriksaan wawancara bertranskrip terhadap Infantino yang ditargetkan berlangsung paling lambat 9 Agustus mendatang.
Kontroversi Kartu Merah Balogun dan Panggung Final
Sorotan terhadap kedekatan Infantino dan Trump makin memuncak dalam laga final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium.
Sorakan cemoohan dari ribuan penonton membahana ketika kedua tokoh tersebut naik ke panggung untuk menyerahkan trofi juara.
Hubungan erat ini memicu ketegangan diplomatik olahraga setelah muncul dugaan bahwa Trump melobi Infantino secara langsung.
Lobi tersebut ditengarai bertujuan membatalkan sanksi kartu merah yang diterima penyerang timnas AS, Folarin Balogun, menjelang laga krusial babak 16 besar melawan Belgia.
Yang mana permintaan itu pada akhirnya dikabulkan oleh pihak FIFA.
Raskin menilai Infantino secara sengaja meruntuhkan benteng etika organisasi demi keuntungan politik.
"Kurangnya pengawasan ini telah membuka jalan bagi Anda untuk menjilat administrasi Trump," tegas Raskin dalam suratnya, merujuk pada langkah Infantino yang sempat membubarkan komite etika independen FIFA di awal kepemimpinannya.
Isu Dynamic Pricing Tiket dan Desakan Internasional
Tak hanya intervensi politik, Komite Yudisial DPR AS juga menyoroti skandal penjualan tiket Piala Dunia 2026 yang mengadopsi sistem harga dinamis (dynamic pricing).
Kebijakan tersebut memicu melonjaknya harga tiket hingga berlipat ganda, yang dinilai Raskin sebagai bentuk komersialisasi berlebihan dan praktik eksploitasi terhadap penggemar sepak bola di AS.
Respons Gianni Infantino
Menanggapi tuduhan keras tersebut, Gianni Infantino membantah seluruh tuduhan melalu unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







