Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Siap Jadi Penggantinya

AKURAT JAKARTA — Dunia sepak bola internasional dikejutkan dengan keputusan resmi Iran untuk menarik diri dari putaran final Piala Dunia 2026.
Meski telah mengamankan tiket lolos sebagai juara Grup A zona Asia, ketegangan geopolitik akibat serangan udara pada akhir Februari lalu menjadi alasan utama pemerintah Iran mengambil langkah drastis ini.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, secara resmi menyatakan bahwa Mehdi Taremi dan kolega tidak akan terbang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Keputusan ini kini memicu tanda tanya besar mengenai siapa yang akan mengisi slot kosong tersebut.
Mekanisme FIFA dan Kandidat Pengganti
Berdasarkan regulasi resmi FIFA Pasal 6 ayat 3, Dewan FIFA memiliki kewenangan penuh untuk menentukan tim pengganti.
Secara teoritis, FIFA tidak wajib mengambil pengganti dari konfederasi yang sama (Asia), namun pertimbangan politis dan keadilan kompetisi biasanya tetap menjadi acuan utama.
Jika FIFA memilih tim dari zona Asia (AFC), terdapat dua kandidat terkuat:
Irak: Berada di posisi terdepan dalam jalur kualifikasi dan dijadwalkan melakoni playoff interkontinental pada akhir Maret ini.
Uni Emirat Arab: Tim yang secara matematis berada tepat di bawah Irak dalam urutan kompetitif menuju putaran final.
Peluang Timnas Indonesia
Situasi ini memicu diskusi luas di kalangan pencinta sepak bola nasional. Timnas Indonesia mulai disebut-sebut sebagai kandidat alternatif karena merupakan satu-satunya wakil non-Asia Barat yang mampu menembus fase krusial kualifikasi.
Meski demikian, secara peringkat kompetitif, posisi Skuad Garuda di bawah asuhan pelatih saat ini belum berada di barisan terdepan. Indonesia sebelumnya finis di peringkat ketiga Grup B, di bawah Arab Saudi dan Irak.
Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan FIFA, yang akan mempertimbangkan aspek teknis maupun stabilitas kawasan dalam menentukan peserta pengganti.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









