Jakarta

De Paul Sebut Mental Jadi Kunci Argentina Jinakkan Inggris

Yusuf Doank | 15 Juli 2026, 21:29 WIB
De Paul Sebut Mental Jadi Kunci Argentina Jinakkan Inggris

AKURAT JAKARTA – Gelandang tim nasional Argentina, Rodrigo De Paul, menegaskan bahwa faktor kesiapan mental akan menjadi kunci utama lawan Inggris.

Argentina bersua Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026).

Pemain berusia 32 tahun itu mengaku fokus memperkuat aspek psikologisnya menjelang laga hidup-mati tersebut, salah satunya dengan intens berkonsultasi bersama psikolog tim Albiceleste.

Baca Juga: Mungil Tapi Jarak Jelajah Sadis, BYD Racco 300 Premium Resmi Mengaspal Bawa Varian Mewah dan Jangkauan Hingga 320 Km

"Mental sangat penting dan saya terus memperkuatnya. Menjelang laga penting ini, saya fokus mengendalikan emosi dan mencurahkan seluruh energi untuk pertandingan," kata De Paul sebelum sesi latihan di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa (14/7/2026).

Pilar Inter Miami tersebut menambahkan, menjaga ketenangan dan kepala dingin adalah harga mati jika Argentina ingin mengamankan tiket ke partai puncak.

Dia pun optimistis rekan-rekan setimnya memiliki komitmen serupa untuk menunjukkan performa terbaik.

Rekor Pertemuan Berpihak pada Tiga Singa Laga klasik ini diprediksi berjalan sengit. Berdasarkan data 11v11, Argentina dan Inggris tercatat sudah 14 kali bertemu di panggung internasional.

Tim "Tiga Singa" lebih unggul secara statistik dengan mengemas 6 kemenangan, sementara Argentina baru menang 3 kali, dan 5 laga sisa berakhir imbang.

Kendati demikian, pertemuan kedua raksasa sepak bola ini selalu menghadirkan cerita ikonik di ajang Piala Dunia.

Kemenangan terakhir Argentina atas Inggris di turnamen empat tahunan ini terjadi pada edisi 1998 di babak 16 besar lewat drama adu penalti (4-3) setelah bermain imbang 2-2.

Momen paling bersejarah tentu saja tercipta pada perempat final Piala Dunia 1986. Kala itu, legenda legendaris Diego Maradona memborong dua gol ikonik—gol "Tangan Tuhan" dan gol solo terbaik abad ini—untuk membawa Argentina menang 2-1 hingga akhirnya keluar sebagai juara dunia.

Argentina yang berstatus kolektor tiga trofi Piala Dunia (1978, 1986, dan 2022) kini bertekad mengulang memori manis tersebut demi mempertahankan dominasi mereka di level global.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y