Legawa Menerima Kekalahan, Lionel Scaloni Akui Spanyol Tampil Lebih Perkasa

AKURAT JAKARTA – Pelatih Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, secara terbuka mengakui keunggulan Spanyol usai timnya ditumbangkan pada laga final Piala Dunia 2026.
Argentina kalah tipis dari Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat.
Scaloni menegaskan bahwa La Roja memang tampil lebih dominan dan layak mengamankan trofi juara.
"Mereka (Spanyol) lebih baik, itu adalah kenyataannya," ujar Scaloni legawa, dikutip dari laman resmi FIFA, Senin (20/7/2026).
Juru taktik yang membawa Argentina menjuarai edisi 2022 itu tak menampik rasa kecewa menyusul kegagalan Tim Tango mempertahankan gelar.
Kendati demikian, ia tetap menaruh rasa hormat dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anak asuhnya yang telah berjuang habis-habisan hingga menit akhir.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka karena telah membawa kami kembali ke final Piala Dunia dan berjuang hingga akhir," tutur Scaloni.
Tumbang Lewat Babak Tambahan Dalam laga puncak yang berlangsung sengit tersebut, Argentina harus menyerah dengan skor tipis 0-1 lewat gol tunggal penyerang Spanyol, Ferran Torres, pada babak perpanjangan waktu menit ke-106.
Perjuangan Argentina kian berat setelah gelandang Enzo Fernandez diganjar kartu merah akibat akumulasi kartu kuning di pengujung babak kedua, memaksa tim asuhannya bermain dengan 10 orang sepanjang babak tambahan.
Sikap Satria Menerima Kekalahan Kendati gagal kembali membawa pulang trofi paling bergengsi di dunia, Scaloni meminta jajaran tim dan pendukung Argentina untuk tetap tegak kepala serta menghargai pencapaian melangkah hingga partai final.
Menurutnya, mampu bersikap sportif dan lapang dada saat mengalami kekalahan adalah nilai penting yang harus ditunjukkan oleh tim sekelas Argentina.
"Kami bersikap hebat saat meraih kemenangan, dan kami juga harus bersikap hebat saat menelan kekalahan. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami tahu caranya menerima kekalahan," ungkapnya.
"Kami kalah dalam pertandingan ini dan kami mengakuinya. Namun, hal itu tidak berarti kami akan berhenti mengenang segala upaya yang telah kami lakukan untuk sampai di titik ini," pungkas Scaloni.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







