Jakarta

Ancelotti Wajib Waspada! Ambisi 100 Tahun Jepang Siap Jegal Brasil di Babak 32 Besar

Yusuf Doank | 29 Juni 2026, 12:24 WIB
Ancelotti Wajib Waspada! Ambisi 100 Tahun Jepang Siap Jegal Brasil di Babak 32 Besar
Ilustrasi Jepang dan Brasil

AKURAT JAKARTA – Laga panas akan tersaji di babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat raksasa Amerika Selatan, Brasil, ditantang kekuatan utama Asia, Jepang, di Stadion NRG, Houston, Texas, Amerika Serikat, Senin (29/6/2026) waktu setempat atau Selasa pukul 24.00 WIB.

Pertandingan ini menjadi panggung benturan ambisi besar dari kedua tim yang sama-sama membidik platform juara.

Jepang, yang melaju ke babak gugur sebagai runner-up Grup F setelah mengemas satu kemenangan dan dua hasil imbang, membawa tekad bulat untuk melangkah lebih jauh.

Baca Juga: Gagal Finis di GP Belanda, Veda Ega Pratama Turun ke Peringkat Ketujuh Klasemen Moto3

Meskipun Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) mencanangkan Visi 100 Tahun untuk menjadi juara dunia pada 2050, skuad Samurai Biru saat ini enggan menunggu selama itu.

"Kami sungguh ingin menjuarai Piala Dunia ini (Piala Dunia 2026)," tegas gelandang andalan Jepang, Daichi Kamada, seusai mengandaskan Tunisia 4-0 di fase grup.

Namun, ambisi skuad asuhan Hajime Moriyasu dipastikan mendapat ujian teramat berat dari Brasil. Tantangan

Samurai Biru kian berlipat ganda menyusul badai cedera yang menghantam tiga pilar penting mereka, yakni Wataru Endo, Kaoru Mitoma, dan Takumi Minamino.

Di sisi lain, Brasil datang dengan motivasi berlipat demi mengakhiri puasa gelar juara dunia selama 24 tahun, setelah terakhir kali mengangkat trofi pada 2002.

Guna mewujudkan misi besar tersebut, Selecao bahkan rela mendobrak tradisi mereka sendiri dengan menunjuk Carlo Ancelotti—pelatih asing pertama yang menakhodai Tim Samba.

Kehadiran Ancelotti membawa ekspektasi tinggi bagi publik Brasil. Meski minim pengalaman melatih tim nasional, arsitek taktik asal Italia tersebut memiliki rekam jejak mentereng dengan garansi juara di level klub, mulai dari Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, hingga Real Madrid.

Filosofi sepak bola Ancelotti yang fleksibel dan mengutamakan kreativitas pemain dinilai sangat selaras dengan karakter asli Jogo Bonito khas Brasil.

Menarik untuk dinantikan apakah organisasi permainan kolektif Jepang mampu meredam daya ledak kreativitas Brasil dalam perebutan tiket menuju babak 16 besar.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y