Bang Zaki Ingatkan Pemain Muda: Level Senior Itu Dunia Nyata, Jangan Terlena Zona Nyaman

AKURAT JAKARTA – Eks Manajer Timnas Indonesia kelompok umur, Ahmed Zaki Iskandar, memberikan peringatan kepada para pemain muda yang baru saja melewati fase U-20.
Menurut sosok yang akrab disapa Bang Zaki ini, tantangan sesungguhnya bagi seorang pesepak bola baru dimulai saat mereka memasuki jenjang profesional atau level senior.
Bang Zaki menekankan bahwa transisi tersebut bukan sekadar urusan teknik dan taktik di lapangan, melainkan ujian mental dan fisik yang jauh lebih berat.
Baca Juga: Hokky Caraka Kembali Dipanggil Timnas, Ahmed Zaki Optimistis pada Potensi Sang Striker
"Setelah pemain bola melewati kategori under-20, mereka masuk ke dunia nyata persaingan sepak bola senior. Ini tantangan bukan cuma mental, kesiapan fisik juga, kemudian banyak hal-hal non-teknis yang mereka hadapi di sana," kata Bang Zaki dalam sebuah tayangan diskusi di YouTube.
Salah satu sorotan utama Bang Zaki adalah kecenderungan pemain muda Indonesia yang cepat merasa puas setelah mendapatkan kontrak besar di usia dini.
Dia melihat, ada pemain berusia 21 atau 22 tahun yang sudah merasa mencapai tujuan hidupnya setelah mampu membeli rumah, mobil, atau memberangkatkan orang tua naik haji.
Baca Juga: Ahmed Zaki Iskandar: Regulasi Pemain Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Pembinaan
Kondisi finansial yang mapan di usia muda ini, menurutnya, kerap membuat pemain masuk ke zona nyaman justru di saat mereka seharusnya memasuki usia emas (prime years).
"Di masa produktif, di tahun-tahun emas mereka, justru sudah masuk ke zona nyaman itu. Di dunia profesional, kita tidak bisa menerapkan salary cap (pembatasan gaji). Ini tantangan luar biasa karena membuat mereka menjadi nyaman secara non-teknis," tambahnya.
Selain faktor mentalitas, Bang Zaki juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi fisik dan kedisiplinan.
Dia mencontohkan bagaimana cedera berat dan ketidakmampuan menjaga kebugaran dapat dengan cepat menggerus karier seorang pemain berbakat, sementara persaingan dari generasi di bawahnya terus mengancam.
"Ada beberapa pemain yang kemudian tidak bisa memelihara kedisiplinan kondisi fisiknya, akhirnya tergerus oleh zaman. Ditambah lagi rombongan di bawahnya mulai bersinar dan 'menyundul' posisi mereka," tegas Zaki.
Oleh karena itu, dia meminta klub-klub profesional di Indonesia untuk memberikan perhatian lebih pada kesinambungan program pembangunan pemain.
Mulai dari usia dini hingga transisi ke tim utama, guna memastikan talenta-talenta muda Indonesia tidak layu sebelum berkembang di level senior.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






