John Herdman Ungkap Alasan Panggil Empat Penjaga Gawang ke Skuad Garuda

AKURAT JAKARTA — Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, John Herdman, memberikan penjelasan terkait keputusannya memanggil empat penjaga gawang sekaligus untuk ajang FIFA Series 2026.
Keputusan ini sempat mengundang diskusi di kalangan pencinta sepak bola nasional, terutama mengenai urgensi komposisi pemain di sektor pertahanan terakhir tersebut menjelang laga melawan St. Kitts and Nevis serta potensi pertemuan dengan Bulgaria atau Kepulauan Solomon.
Dalam daftar 23 pemain yang dirilis, Herdman menyertakan kombinasi penjaga gawang yang berkarier di luar negeri dan kompetisi domestik, yakni Maarten Paes (Ajax), Emil Audero (Cremonese), Nadeo Argawinata (Borneo FC), dan kiper muda Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta).
Baca Juga: Pelatih Bulgaria Akui Kualitas Timnas Indonesia Meningkat Jelang FIFA Series 2026
Penempatan empat kiper ini dipandang sebagai langkah berani sekaligus strategis dalam masa transisi kepemimpinan pelatih asal Inggris tersebut di skuad Garuda.
Dalam sesi konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (26/3/2026), mantan pelatih timnas Kanada itu memaparkan bahwa pemusatan latihan kali ini merupakan momentum penting untuk memetakan seluruh opsi yang tersedia.
Herdman menekankan bahwa ia ingin menguji kualitas pemain lokal dengan menyandingkan mereka bersama para penjaga gawang yang merumput di liga elite Eropa seperti Serie A Italia dan Eredivisie Belanda.
Herdman menilai keberadaan sosok senior seperti Maarten Paes dan Emil Audero di dalam tim memberikan kesempatan luar biasa bagi kiper lokal untuk mempelajari standar permainan yang lebih tinggi serta menyerap ide-ide baru dari level internasional.
Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas individu penjaga gawang domestik melalui transfer pengetahuan dan pengalaman langsung di lapangan latihan.
Lebih jauh, kebijakan ini juga berkaitan erat dengan persiapan Timnas Indonesia menghadapi ajang Piala AFF (ASEAN Championship) yang akan digelar pada Juli hingga Agustus 2026 mendatang. Herdman menegaskan bahwa untuk turnamen tingkat Asia Tenggara tersebut, Indonesia akan sangat mengandalkan barisan pemain lokal.
Oleh karena itu, setiap pemusatan latihan saat ini diposisikan sebagai fondasi krusial bagi para pemain domestik untuk membuktikan kelayakan mereka mengisi posisi utama di turnamen mendatang.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







