Tidak Dilakukan di Era Nabi Muhammad SAW, Begini Sejarah Sholat Tarawih Berjamaah di Bulan Ramadhan

AKURAT.CO - Sholat Tarawih merupakan salah satu ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan ketika puasa. Namun, dalam sejarahnya pelaksanaannya secara berjamaah baru dilakukan setelah Nabi Muhammad SAW meninggal dunia.
Menurut sejarah, Nabi Muhammad SAW pertama kali melaksanakan Sholat Tarawih ketika bulan Ramadhan di Masjid Nabawi yang berada di kota Madinah.
Kini, sholat Tarawih dilaksanakan secara berjamaah setelah sholat Isya.
Di era Nabi Muhammad SAW, sholat Tarawih dikenal dengan qiyam Ramadhan dan hukumnya adalah sunnah.
Baca Juga: Apa yang terjadi pada 13 Maret? Ini Sejarah yang Tercatat di Indonesia dan Dunia
Abu Hurairah RA meriwayatkan jika Nabi Muhammad SAW menganjurkan melaksanakan sholat Tarawih atau qiyam Ramadhan.
Meski menganjurkan kepada umatnya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mewajibkannya.
Hal ini berdasarkan hadits riwayat Al-Jamaah:
"Barang siapa mendirikan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Al-Jamaah)
Lalu bagaimana sejarah sholat Tarawih yang dilaksanakan dengan berjamaah?
Sholat Tarawih Berjamaah
Dilansir dari muhammadiyah.or.id, sebelum dilaksanakan secara berjamaah, Nabi Muhammad SAW pertama kali melaksanakan di Masjid Nabawi pada 23 Ramadhan.
Nabi Muhammad SAW tidak selalu mengerjakan sholat Tarawih atau qiyam Ramadhan tersebut di masjid. Terkadang beliau melaksanakannya di rumah.
Adapun istilah Tarawih sendiri muncul pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Bahkan pelaksanaan secara berjamaah dilakukan pada masanya.
Dalam buku Pesona Ibadah Nabi karangan Ahmad Rofi Usmani, dijelaskan di suatu malam pada bulan Ramadhan, Umar dan beberapa sahabat pergi ke Masjid Nabawi.
Baca Juga: Jangan Biasakan Pergi Tidur, Simak 3 Kegiatan Produktif Selepas Sahur dan Sholat Subuh
Ketika sampai, Umar melihat beberapa orang yang melaksanakan sholat dalam beberapa kelompok.
Melihat fenomena tersebut, Umar kemudian mengemukakan sebuah ide kepada Abdurrahman Al-Qari.
Ide tersebut adalah mengumpulkan umat dan melaksanakan sholat berjamaah dengan seorang imam.
Pada saat itu juga, Umar bin Khattab menunjuk Ubay bin Ka'ab sebagai imam sholat Tarawih secara berjamaah.
Beberapa malam kemudian, Umar kembali pergi ke Masjid Nabawi dan melihat orang melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah.
Sejak saat itu, sholat Tarawih dilaksanakan secara berjamaah hingga kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





