Bacaan dan Panduan Sholat Nisfu Syaban Malam Ini, Lengkap Doa dan Artinya

AKURAT JAKARTA - Malam ini disunahkan melakukan Sholat Nisfu Sya’ban, berikut bacaan dan panduannya lengkap doa dan artinya.
Tahun ini Nisfu Syaban atau 15 Syaban, bertepatan dengan hari Jumat, 14 Februari 2025.
Diketuai, malam Nisfu Sya’ban memiliki keutamaan khusus sehingga dianjurkan memperbanyak ibadah.
Baca Juga: Daftar Kegiatan Malam Nisfu Sya’ban di Masjid Istiqlal
Salah satunya dengan melaksanakan sholt sunah dan berdoa pada malam tersebut.
Sholat Sunnah Nisfu Syaban ini dapat dikerjakan pada malam 15 Syaban, bertepatan dengan Kamis, 13 Februari 2025.
Berikut panduan salat Nisfu Syaban.
1. Membaca Niat
اُصَلِّىْ سُنَّةً نِصْفُ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Usholli sunnatan nisfu sya'baana rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Baca Juga: Banyak Diperdebatkan, Bagaimana Hukum Baca Yasin Tiga Kali Saat Malam Nisfu Syaban?
2. Takbiratul Ihram
Selanjutnya takbiratul ihram dengan mengucapkan "Allahu Akbar."
3. Rakaat Pertama
- Baca doa iftitah, kemudian Surat Al-Fatihah.
- Dilanjutkan dengan membaca salah satu surat pendek, dianjurkan Surat Al-Kafirun.
- Lakukan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.
-Setelah itu, berdiri kembali untuk rakaat kedua.
Baca Juga: Cara Daftar Program Cek Kesehatan Gratis 2025, Terdapat 3 Jenis
4. Rakaat Kedua
- Lakukan gerakan yang sama seperti rakaat pertama.
- Setelah Surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas.
- Lanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan tahiyat akhir.
- Akhiri sholat dengan mengucapkan salam.
Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban
Dalam Kitab Jami' al-Tirmidzi, disebutkan hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengucapkan doa saat menghadapi kegelisahan:
يَاحَيُّ يَا قَيُّومُ
Arab Latin: Ya Hayyu ya Qayyum
Artinya: "Wahai Sang Maha Hidup dan Sang Maha Mandiri."
Kemudian, dianjurkan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَ اِسْمِي شَقِيًّا فِي دِيوَانِ الْأَشْقِيَاء فَامْهُ وَاكْتُبْنِي السُّعَدَاء وَإِِنْ كُنتَ اِسْمِي سَعِيدًا فِي دِيوَانِ السّعَدَاءِ فَاثْبِتْهُ فَإِنَّكَ قُلْتَ فِي كِتَابِكَ الكَرَيْمِ يَمْحُو اللهُ مَايَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
Arab Latin: Allahumma in kunta katabta ismii syaqiyyan fii diiwaanil asyqiyaa-i famhu waktubnii as-su'adaa-i wa in kunta ismii sa'iidan fii diiwaanis su'adaa-i fatsbithu fa innaka qulta fii kitaabikal kariimi yamhuu allaahu maa yasyaa-u wa yutsbit wa 'indahu ummul kitaabi.
Artinya: "Ya Allah, jika Engkau telah mencatat namaku orang yang sengsara di tempat orang-orang yang sengsara maka hapuskanlah dan catatlah namaku di tempat orang-orang yang berbahagia. Jika Engkau telah mencatat namaku sebagai orang yang bahagia pada catatan orang-orang yang bahagia, maka tetapkanlah. Maka sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam Kitab Mu yang dimuliakan: Allah menghapus apa-apa yang Dia kehendaki dan Allah menetapkan (apa-apa yang Dia kehendaki) dan di sisi-Nya ada kitab yang pokok." (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






