Jakarta

Dari Kerupuk hingga Semangka, Makanan Ini Selalu Meriahkan Perayaan 17 Agustus

Anggerhana Denni Rahmawati | 5 Agustus 2026, 20:15 WIB
Dari Kerupuk hingga Semangka, Makanan Ini Selalu Meriahkan Perayaan 17 Agustus
Makanan yang selalu hadir saat perayaan kemerdekaan. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Memasuki bulan Agustus, berbagai daerah mulai disibukkan dengan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain upacara bendera dan pemasangan bendera Merah Putih, perlombaan khas Agustusan menjadi tradisi yang selalu dinantikan oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Di balik kemeriahan perlombaan tersebut, ada satu hal yang hampir tidak pernah berubah dari tahun ke tahun, yakni kehadiran berbagai makanan yang menjadi bagian dari setiap permainan maupun acara syukuran.

Menariknya, makanan-makanan ini tidak selalu disajikan untuk dimakan, tetapi juga dijadikan media perlombaan yang mengundang tawa para peserta dan penonton.

Mulai dari kerupuk yang digantung hingga semangka yang dipenuhi koin, setiap makanan memiliki peran tersendiri dalam memeriahkan suasana peringatan kemerdekaan.

Bahkan, salah satunya menyimpan cerita sejarah yang masih relevan hingga kini.

Berikut beberapa makanan yang identik dengan lomba 17 Agustus dan alasan mengapa kehadirannya sulit dipisahkan dari perayaan kemerdekaan.

1. Kerupuk, Ikon Lomba Agustusan

Jika membicarakan lomba 17 Agustus, kerupuk menjadi makanan yang paling mudah diingat.

Kerupuk, khususnya kerupuk aci, digantung menggunakan tali dan harus dihabiskan peserta tanpa bantuan tangan.

Baca Juga: Dari Tumpeng hingga Soup Joumou, Ini Makanan Simbol Kemerdekaan di Berbagai Negara

Kesederhanaan permainan ini justru menjadi daya tarik tersendiri.

Peserta harus mengandalkan keseimbangan tubuh dan strategi agar bisa menghabiskan kerupuk lebih cepat dibanding lawannya.

Namun, di balik keseruannya, lomba makan kerupuk memiliki sejarah yang cukup panjang.

Pada masa lalu, kerupuk dikenal sebagai makanan masyarakat kecil karena harganya murah dan mudah diperoleh ketika Indonesia mengalami masa sulit secara ekonomi.

Kini, permainan tersebut berubah menjadi simbol kebersamaan yang selalu hadir dalam perayaan kemerdekaan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.