Jakarta

Badai 'Chipflation' AI Paksa Samsung Dongkrak Harga Galaxy Z Fold 8 hingga 50 Jutaan

Aisya Nur Aziza | 11 Juli 2026, 22:54 WIB
Badai 'Chipflation' AI Paksa Samsung Dongkrak Harga Galaxy Z Fold 8 hingga 50 Jutaan
alami kelangkaan chip, Samsung bebankan lonjakan harga ke konsumen

AKURAT JAKARTA — Ambisi Samsung Electronics untuk mendominasi pasar ponsel lipat lewat Galaxy Z Fold 8 Series harus berbenturan dengan realitas pahit krisis rantai pasok.

Fenomena chipflation atau lonjakan harga semikonduktor diproyeksikan bakal mengerek harga ponsel lipat anyar ini hingga menembus angka fantastis 3 juta won (sekitar Rp35 juta–Rp38 juta).

Bahkan menyentuh hingga Rp52 juta untuk varian tertingginya.

Bocoran ini muncul jelang peluncuran resminya di ajang Galaxy Unpacked London pada 22 Juli mendatang.

Di mana harga dari pasar Eropa sudah memberikan sinyal buruk bagi kantong konsumen.

Varian premium Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan kapasitas 1 TB dirumorkan bakal meluncur di angka 2.799 euro (setara Rp52 jutaan).

Angka tersebut otomatis menjadikannya salah satu ponsel termahal yang pernah diproduksi raksasa teknologi asal Korea Selatan.

Efek Domino Demam AI

Biang kerok dari lompatan harga yang tidak masuk akal ini adalah demam teknologi kecerdasan buatan (AI).

Riset dari Counterpoint Research membeberkan bahwa masifnya permintaan komponen AI memicu kelangkaan dan lonjakan harga memori jenis DRAM dan NAND Flash.

Imbasnya sangat masif bagi sektor manufaktur, di mana porsi biaya memori pada rakitan ponsel premium yang awalnya hanya memakan porsi 14 persen di awal 2025, melonjak drastis hingga menyentuh 40 persen pada pertengahan 2026.

Ini menyebabkan harga komponen naik 4,6 Kali lipat.

Demi menyelamatkan margin keuntungan, Samsung tidak punya pilihan selain membebankan kenaikan biaya produksi ini langsung ke pundak konsumen.

Adapun ujian Samsung tidak berhenti di masalah biaya.

Di pasar hilir, mereka juga harus bersiap menahan gempuran Apple yang dirumorkan akan menetaskan iPhone lipat pertama mereka pada 2027 dengan kisaran harga yang mirip.

Sebagai langkah preventif, Samsung nekat merombak total desain Galaxy Z Fold 8 dengan rasio layar 4:3 saat dibuka.

Itu menjadi sebuah taktik untuk mencuri start dari Apple yang kabarnya akan memakai spek serupa.

Meski jalannya terjal, Samsung punya modal kuat.

Lini pendahulu mereka, Galaxy S26, baru saja mencetak rekor penjualan 3 juta unit tercepat di Korea Selatan.

Berbekal loyalitas tersebut, Samsung diproyeksikan masih akan menguasai 31 persen pasar ponsel lipat global tahun ini, unggul tipis dari Apple yang membayangi di posisi kedua dengan 29 persen market share. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.