Badai 'Chipflation' AI Paksa Samsung Dongkrak Harga Galaxy Z Fold 8 hingga 50 Jutaan

AKURAT JAKARTA — Ambisi Samsung Electronics untuk mendominasi pasar ponsel lipat lewat Galaxy Z Fold 8 Series harus berbenturan dengan realitas pahit krisis rantai pasok.
Fenomena chipflation atau lonjakan harga semikonduktor diproyeksikan bakal mengerek harga ponsel lipat anyar ini hingga menembus angka fantastis 3 juta won (sekitar Rp35 juta–Rp38 juta).
Bahkan menyentuh hingga Rp52 juta untuk varian tertingginya.
Bocoran ini muncul jelang peluncuran resminya di ajang Galaxy Unpacked London pada 22 Juli mendatang.
Di mana harga dari pasar Eropa sudah memberikan sinyal buruk bagi kantong konsumen.
Varian premium Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan kapasitas 1 TB dirumorkan bakal meluncur di angka 2.799 euro (setara Rp52 jutaan).
Angka tersebut otomatis menjadikannya salah satu ponsel termahal yang pernah diproduksi raksasa teknologi asal Korea Selatan.
Efek Domino Demam AI
Biang kerok dari lompatan harga yang tidak masuk akal ini adalah demam teknologi kecerdasan buatan (AI).
Riset dari Counterpoint Research membeberkan bahwa masifnya permintaan komponen AI memicu kelangkaan dan lonjakan harga memori jenis DRAM dan NAND Flash.
Imbasnya sangat masif bagi sektor manufaktur, di mana porsi biaya memori pada rakitan ponsel premium yang awalnya hanya memakan porsi 14 persen di awal 2025, melonjak drastis hingga menyentuh 40 persen pada pertengahan 2026.
Ini menyebabkan harga komponen naik 4,6 Kali lipat.
Demi menyelamatkan margin keuntungan, Samsung tidak punya pilihan selain membebankan kenaikan biaya produksi ini langsung ke pundak konsumen.
Adapun ujian Samsung tidak berhenti di masalah biaya.
Di pasar hilir, mereka juga harus bersiap menahan gempuran Apple yang dirumorkan akan menetaskan iPhone lipat pertama mereka pada 2027 dengan kisaran harga yang mirip.
Sebagai langkah preventif, Samsung nekat merombak total desain Galaxy Z Fold 8 dengan rasio layar 4:3 saat dibuka.
Itu menjadi sebuah taktik untuk mencuri start dari Apple yang kabarnya akan memakai spek serupa.
Meski jalannya terjal, Samsung punya modal kuat.
Lini pendahulu mereka, Galaxy S26, baru saja mencetak rekor penjualan 3 juta unit tercepat di Korea Selatan.
Berbekal loyalitas tersebut, Samsung diproyeksikan masih akan menguasai 31 persen pasar ponsel lipat global tahun ini, unggul tipis dari Apple yang membayangi di posisi kedua dengan 29 persen market share. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






