Jakarta

Kerja Sama dengan Liverpool, Google DeepMind Kembangkan AI Penentu Taktik Sepak Bola

Yusuf Doank | 12 Juni 2026, 22:07 WIB
Kerja Sama dengan Liverpool, Google DeepMind Kembangkan AI Penentu Taktik Sepak Bola
Kerja Sama dengan Liverpool, Google DeepMind Kembangkan AI Penentu Taktik Sepak Bola

AKURAT JAKARTA — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kian merambah dan mentransformasi berbagai sektor kehidupan manusia, tidak terkecuali industri olahraga global.

Komitmen inovasi ini ditunjukkan oleh raksasa teknologi Google DeepMind yang resmi memperkenalkan TacticAI, sebuah sistem kecerdasan buatan teranyar.

Sistem yang dirancang khusus untuk membantu para pelatih dan analis sepak bola dalam memprediksi dinamika jalannya pertandingan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lalapan, Daun Pepaya Punya Manfaat yang Tak Main-main

Sebagaimana dilansir dari Digital Trends, Jumat (12/6/2026), inovasi teknologi ini memiliki kemampuan mumpuni untuk memperkirakan pergerakan para pemain di lapangan hingga delapan detik ke depan.

Proses analisis cerdas tersebut bahkan hanya didasarkan pada rekaman video pertandingan yang tengah berlangsung. Kehadiran TacticAI dinilai berpotensi kuat menjadi instrumen krusial bagi jajaran tim kepelatihan dalam menyusun taktik dan mendongkrak performa tim di atas lapangan hijau.

Selama ini, para peramu taktik sepak bola kerap menghabiskan waktu dan energi yang cukup besar untuk membedah situasi bola mati (set piece), seperti skema tendangan sudut maupun eksekusi tendangan bebas.

Analisis mendalam terhadap penempatan posisi pemain ini dilakukan demi memetik keuntungan taktis sekecil apa pun di area pertahanan lawan. Merespons kebutuhan tersebut,

Google DeepMind meyakini proses evaluasi konvensional itu kini dapat dieksekusi secara jauh lebih cepat dan akurat melalui asisten digital berbasis AI.

TacticAI dikembangkan secara spesifik sebagai asisten taktik sepak bola yang mampu memodelkan pergerakan pemain, memproyeksikan dinamika permainan berikutnya, hingga menyodorkan rekomendasi perubahan strategi instan, terutama saat situasi krusial seperti sepak pojok.

Dalam proses pengembangannya, model kecerdasan buatan ini tidak sekadar difokuskan pada pengolahan data generik. Sistem canggih ini memanfaatkan teknologi geometric deep learning guna mempelajari titik koordinat posisi serta pola interaksi taktis antarpemain di lapangan.

Melalui penataan data tersebut, TacticAI mampu memprediksi probabilitas kejadian berikutnya, termasuk mengidentifikasi pemain yang paling berpeluang menerima umpan bola hingga mengukur persentase terciptanya peluang tembakan ke gawang.

Menariknya, purwarupa teknologi mutakhir ini tidak hanya diuji di dalam ruang laboratorium semata. Google DeepMind secara khusus menggandeng salah satu klub raksasa Liga Primer Inggris, Liverpool FC, sebagai mitra pengembangan dan pengujian langsung di dunia nyata.

Dalam laporan penelitian yang telah dipublikasikan, para panel ahli sepak bola dan analis dari klub Liverpool diminta untuk membandingkan secara objektif antara rekomendasi strategis yang dihasilkan oleh AI dengan situasi riil di lapangan.

Hasilnya terbilang impresif; sebanyak 90 persen rekomendasi taktis yang disodorkan oleh TacticAI dinilai jauh lebih efektif dan menjanjikan ketimbang susunan posisi pemain asli yang diterapkan dalam pertandingan aktual.

Melalui rangkaian pengujian berkala tersebut, TacticAI terbukti sukses mengungguli performa berbagai model kecerdasan buatan terdahulu dalam hal akurasi memprediksi penerima bola dari skema tendangan sudut, sekaligus menghitung kans lahirnya ancaman setelah umpan dilepaskan.

Lebih jauh, sistem pintar ini juga cakap memproduksi alternatif formasi posisi pemain yang realistis dan setara dengan standar pola permainan sepak bola profesional.

Pihak Google DeepMind menegaskan, pencapaian serta kapabilitas yang ditunjukkan oleh TacticAI menjadi sebuah bukti konkret bahwa lompatan teknologi AI saat ini tidak lagi sebatas mengolah data statistik di atas kertas.

Lebih dari itu, kecerdasan buatan kini telah mampu memahami dan menerjemahkan pola interaksi manusia yang kompleks serta dinamis dalam sebuah ekosistem pertandingan.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y