Agenda Jakarta Akhir April 2026, Konser Gebyar Ska Tipe-X hingga Debut George Harliono

AKURAT JAKARTA – Menjelang penutupan bulan April 2026, Jakarta semakin semarak dengan berbagai agenda hiburan, budaya, dan pameran seni rupa.
Masyarakat ibu kota disuguhkan beragam pilihan menarik, mulai dari konser musik gratis hingga pertunjukan musik klasik berskala internasional yang tersebar di berbagai titik strategis.
Salah satu acara yang paling dinanti adalah Semarak Bola Gembira yang berlangsung di Halaman TVRI Senayan, kawasan GBK, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Gubernur Jakarta Pastikan Konser BTS Akhir 2026, Lokasi Berpeluang Geser ke GBK
Pada Senin, 27 April 2026, band ska legendaris Tipe-X bersama Chaplin hadir menghibur warga dalam suasana pesta rakyat.
Selain alunan musik yang menghentak, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas interaktif, mulai dari permainan seru, booth UMKM lokal, hingga pembagian suvenir menarik bagi para pengunjung.
Sisi edukasi dan pelestarian budaya juga mendapat ruang melalui Pelatihan Seni Musik Gambang Kromong di Gedung PPSB M. Mashabi, Jakarta Pusat.
Program yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta ini berlangsung hingga 28 April 2026 dengan misi utama meregenerasi kesenian tradisional Betawi agar tetap diminati oleh generasi muda di tengah arus modernisasi.
Bagi pencinta musik klasik, momen istimewa hadir di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Rabu, 29 April 2026. Pianis internasional keturunan Indonesia, George Harliono, tampil sebagai bintang utama dalam konser gala bersama Jakarta Metropolitan Orchestra (JMO).
Pertunjukan ini menjadi sangat spesial karena menandai debut perdana JMO di hadapan publik sekaligus menjadi penampilan pertama George membawakan karya Rachmaninoff di Indonesia sejak tiga tahun terakhir.
Dunia seni rupa juga tak kalah bergeliat dengan hadirnya pameran “Pura Pura Rupa” di North Art Space, Pasar Seni Ancol, yang berlangsung hingga 30 April 2026.
Pameran kontemporer karya seniman Nanek dan Bang Black ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Jakarta Cultural Festival 2026.
Selain itu, Galeri Nasional Indonesia juga tengah menggelar pameran Indonesian Women Artists (IWA) #4 bertajuk “On The Map” yang menampilkan karya 12 perupa perempuan lintas generasi hingga akhir Juni mendatang.
Sebagai penutup, CANS Gallery Jakarta Pusat menghadirkan pameran "Mixed Feelings: AARO" yang berlangsung hingga 11 Mei 2026.
Pameran ini merupakan hasil akhir dari program inkubasi Atreyu Moniaga Project yang menampilkan eksplorasi emosi personal dari empat seniman muda melalui visual yang segar.
Beragam agenda ini membuktikan posisi Jakarta sebagai pusat energi kreatif dan budaya yang terus hidup sepanjang waktu bagi masyarakatnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





