Dawet Dimakan Pakai Sambal? Ini Kuliner Unik Kulon Progo Buruan Wisatawan

AKURAT JAKARTA - Di lereng Perbukitan Menoreh, Kulon Progo, terdapat kuliner tradisional yang menawarkan pengalaman rasa berbeda dari biasanya.
Salah satu tempat yang paling dikenal untuk mencicipinya adalah Warung Dawet Sambal Nyi Ponirah di wilayah Jatimulyo.
Kuliner ini sekilas tampak seperti dawet pada umumnya, namun cita rasanya menghadirkan kejutan yang sulit dilupakan.
Jika dawet identik dengan rasa manis dari gula merah, dawet sambal justru menggabungkan unsur gurih dan pedas yang khas.
Perpaduan tersebut menghasilkan sensasi rasa yang seimbang, sehingga setiap suapan terasa unik dan menarik untuk dinikmati.
Cendol yang digunakan umumnya dibuat dari tepung ganyong atau tepung aren, sehingga teksturnya terasa kenyal dan lembut.
Kuahnya menggunakan santan atau air nira yang dipadukan dengan sambal kelapa sangrai bercita rasa pedas dan gurih.
Keunikan lain terlihat dari cara penyajiannya yang lebih mirip hidangan berkuah dibandingkan minuman pencuci mulut.
Dalam satu mangkuk, pengunjung akan menemukan tauge rebus, tahu goreng atau tahu bacem, serta bawang goreng renyah.
Kombinasi berbagai bahan tersebut menciptakan lapisan rasa yang kaya tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.
Banyak wisatawan sengaja datang ke kawasan Menoreh untuk mencicipi kuliner yang sulit ditemukan di daerah lain ini.
Warung Nyi Ponirah telah lama menjadi tujuan favorit karena konsisten menjaga resep dan cita rasa turun-temurun.
Popularitasnya terus bertahan meski tren kuliner berganti, karena keunikan rasanya mampu menarik berbagai kalangan.
Tidak sedikit pengunjung yang awalnya penasaran, lalu kembali datang karena terkesan dengan perpaduan rasanya.
Kuliner ini juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Kulon Progo.
Baca Juga: Prediksi Skor Swedia vs Tunisia di Piala Dunia, 15 Juni 2026: Blagult Andalkan Duet Isak-Gyokeres
=====
Bagi pencinta wisata kuliner, dawet sambal menjadi destinasi rasa yang layak dicoba saat berkunjung ke Yogyakarta.
Menikmati semangkuk dawet sambal di udara sejuk Perbukitan Menoreh menjadi pengalaman sederhana yang berkesan panjang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






