Jangan Asal Nekat! Coba Tips Makan Pedas Anti Kapok Berikut Ini

AKURAT JAKARTA - Makanan pedas selalu punya tempat di hati para pencinta kuliner, terutama di Indonesia.
Namun, cara menikmati makanan pedas dengan nikmat dan aman sering jadi pertanyaan banyak orang.
Salah-salah, bisa berakhir sakit perut atau malah kapok makan sambal.
Baca Juga: Kenapa Kamu Perlu Solo Traveling Sekali Seumur Hidup? Ini Jawabannya
Agar tetap bisa menyantap pedas tanpa drama, berikut empat tips sederhana namun ampuh yang bisa kamu coba.
1. Mulai dari Level Ringan
Jangan langsung mencoba sambal yang ekstrem kalau belum terbiasa.
Baca Juga: Jumat Ini Jakarta Fair Kemayoran Buka Lebih Awal
Awali dengan sambal yang lebih ringan seperti sambal tomat atau sambal kecap.
Ini membantu lidah dan lambung beradaptasi tanpa kaget akibat sensasi pedas.
2. Konsumsi Bersama Lemak atau Susu
Baca Juga: Kaya Isoflavon, Susu Kedelai Punya Manfaat Dahsyat untuk Kesehatan Pria dan Wanita
Makanan berlemak seperti santan atau keju dapat membantu menetralisir capsaicin (zat pedas pada cabai).
Lemak melapisi lambung sehingga rasa pedas tidak langsung menghantam sistem pencernaan.
Jika mulut terasa terbakar, minum susu dingin bisa jadi penetral yang efektif.
3. Jangan Makan Pedas Saat Perut Kosong
Mengonsumsi makanan pedas dalam keadaan lapar bisa memperparah iritasi lambung.
Disarankan makan makanan ringan seperti nasi, roti, atau biskuit terlebih dahulu.
Baca Juga: Farmhouse Lembang: Wisata Bernuansa Eropa yang Cocok untuk Liburan Sekolah
Ini membuat sistem pencernaan lebih siap menghadapi makanan pedas.
4. Kenali Batas Toleransi Diri
Setiap orang punya tingkat toleransi pedas yang berbeda-beda.
Baca Juga: Ambyar! Konser Gratis Denny Caknan Malam Ini di Jakarta, Catat Lokasi dan Waktunya di Sini
Jika mulai merasa mual, berkeringat, atau pusing, segera hentikan konsumsi makanan pedas.
Jangan memaksakan diri hanya untuk mengikuti tren tantangan pedas. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









