Jakarta

Sisi Gelap Kopi yang Perlu Diketahui, Jangan Sampai Kebiasaan Sehat Berubah Jadi Masalah

Anggerhana Denni Rahmawati | 6 Juni 2026, 17:30 WIB
Sisi Gelap Kopi yang Perlu Diketahui, Jangan Sampai Kebiasaan Sehat Berubah Jadi Masalah
Konsumsi kopi tetap harus diatur takarannya agar tidak berisiko.

AKURAT JAKARTA - Kopi menjadi minuman favorit banyak orang karena rasanya khas dan mampu membantu tubuh tetap terjaga saat beraktivitas.

Selain itu, kopi juga mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan agar kebiasaan minum kopi tetap aman.

Berikut beberapa sisi gelap kopi yang penting untuk diketahui oleh para penikmat minuman berkafein ini.

1. Bisa Memicu Ketergantungan Ringan

Kafein bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat sehingga tubuh menjadi lebih waspada dan berenergi sepanjang hari.

Dalam jangka panjang, konsumsi rutin dapat membuat tubuh terbiasa sehingga muncul keinginan untuk terus mengonsumsinya.

Ketika asupan kopi dihentikan secara mendadak, sebagian orang dapat mengalami sakit kepala dan mudah lelah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tubuh mulai beradaptasi terhadap keberadaan kafein dalam aktivitas sehari-hari.

2. Salah Waktu Minum Kopi Dapat Mengganggu Tidur

Kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi secangkir kopi.

Jika diminum terlalu sore atau malam hari, kualitas tidur dapat menurun meskipun tubuh terasa lelah.

Tidur yang terganggu secara terus-menerus berisiko memengaruhi kesehatan fisik maupun mental dalam jangka panjang.

Karena itu, banyak ahli menyarankan agar kopi tidak dikonsumsi mendekati waktu tidur malam.

Baca Juga: Prediksi Skor Amerika Serikat vs Jerman, 7 Juni 2026: Ujian Berat Tuan Rumah Hadapi Die Mannschaft

=====

3. Kurang Cocok untuk Pemilik Perut Sensitif

Bagi sebagian orang, kopi dapat merangsang produksi asam lambung sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Risiko tersebut biasanya lebih besar ketika kopi diminum saat perut masih kosong pada pagi hari.

Akibatnya, beberapa orang dapat mengalami mulas, perut terasa perih, atau diare ringan setelah minum kopi.

Mengonsumsi makanan terlebih dahulu dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan tersebut.

4. Kopi dengan Gula dan Susu Bisa Menjadi Bom Kalori

Secangkir kopi hitam umumnya rendah kalori dan relatif aman untuk dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Masalah sering muncul ketika kopi dicampur gula berlebihan, krimer, atau susu dengan kandungan lemak tinggi.

Tambahan bahan tersebut dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan tanpa disadari setiap hari.

Jika berlangsung lama, kebiasaan ini dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

5. Kafein Dapat Memperburuk Rasa Cemas

Orang yang memiliki gangguan kecemasan sering kali lebih sensitif terhadap efek kafein dibandingkan lainnya.

Konsumsi berlebihan dapat memicu jantung berdebar, tubuh gemetar, dan perasaan gelisah yang meningkat.

Tidak sedikit orang juga mengalami kesulitan tidur sehingga pikiran terasa lebih aktif dan sulit tenang.

Karena itu, penderita kecemasan sebaiknya memperhatikan jumlah kopi yang dikonsumsi setiap harinya.

Baca Juga: Cetak Petani Milenial, DPKP Kabupaten Tangerang Gencarkan Pelatihan Integrated Farming, Ubah Citra Bertani Jadi Keren

=====

6. Kopi Tidak Bisa Menggantikan Air Putih

Meski berbentuk cairan, kopi tidak dapat sepenuhnya menggantikan kebutuhan air putih bagi tubuh manusia.

Kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil pada sebagian orang.

Jika tidak diimbangi asupan air yang cukup, tubuh berisiko mengalami dehidrasi ringan sepanjang hari.

Tanda-tandanya meliputi rasa haus, bibir kering, tubuh lemas, dan konsentrasi yang mulai menurun.

7. Konsumsi Berlebihan Berpotensi Mengganggu Jantung

Sebagian besar orang dapat menikmati kopi dengan aman jika jumlahnya masih dalam batas yang dianjurkan.

Namun, konsumsi kafein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya.

Pada individu yang sensitif, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas sehari-hari.

Oleh sebab itu, penting untuk membatasi konsumsi kopi dan menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Kopi tetap dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat selama dikonsumsi secara bijak, tidak berlebihan, dan pada waktu yang tepat.

Dengan memahami sisi gelap kopi, masyarakat dapat menikmati manfaatnya tanpa mengabaikan potensi risiko yang mungkin muncul. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.