Jakarta

Bukan Sekadar Hidangan Biasa, Ini 5 Makanan Khas Indonesia yang Sering Hadir Saat Waisak

Anggerhana Denni Rahmawati | 31 Mei 2026, 08:30 WIB
Bukan Sekadar Hidangan Biasa, Ini 5 Makanan Khas Indonesia yang Sering Hadir Saat Waisak
Ilustrasi hidangan tempoyak yang biasanya tersaji saat perayaan Waisak.

AKURAT JAKARTA - Hari Raya Waisak tidak hanya menjadi momen penting bagi umat Buddha untuk beribadah dan melakukan refleksi diri, tetapi juga identik dengan tradisi kuliner khas di berbagai daerah Indonesia.

Setiap wilayah memiliki makanan tradisional yang kerap disajikan untuk dinikmati bersama keluarga maupun masyarakat sekitar saat perayaan berlangsung.

Hidangan tersebut bukan hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga hingga sekarang.

Beberapa makanan khas yang hadir saat Waisak bahkan memiliki cita rasa unik dan kaya rempah.

Mulai dari makanan berbahan fermentasi hingga olahan ikan tradisional, semuanya mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara yang beragam.

Kehadiran makanan-makanan ini juga menambah suasana kebersamaan dan kehangatan saat perayaan berlangsung.

Berikut lima makanan khas Indonesia yang sering disajikan saat Hari Raya Waisak.

1. Tempoyak

Tempoyak merupakan makanan khas berbahan dasar durian yang difermentasi.

Hidangan ini cukup populer di wilayah Sumatra dan sering diolah menjadi lauk dengan campuran ikan maupun sambal.

Rasa tempoyak cenderung asam dengan aroma khas yang cukup kuat.

Meski begitu, banyak orang menyukai cita rasanya yang unik dan menggugah selera.

Saat perayaan tertentu, termasuk Waisak di beberapa daerah, tempoyak kerap menjadi salah satu sajian tradisional.

2. Nasi Gemuk

Nasi gemuk dikenal sebagai makanan khas Jambi yang mirip dengan nasi lemak.

Baca Juga: Hari Terakhir Java Jazz 2026 Bakal Pecah, Ini Line Up Java Jazz Festival 31 Mei 2026

=====

Hidangan ini biasanya dimasak menggunakan santan dan rempah sehingga menghasilkan aroma yang harum dan rasa gurih.

Nasi gemuk biasanya disajikan bersama telur, sambal, ikan teri, hingga kacang goreng.

Kombinasi lauk tersebut membuat makanan ini cocok disantap bersama keluarga saat momen perayaan.

3. Kue Burgo

Kue burgo merupakan makanan tradisional khas Palembang yang terbuat dari tepung beras dan tepung sagu.

Bentuknya tipis seperti dadar, kemudian disiram kuah santan gurih.

Teksturnya yang lembut dan rasanya yang ringan membuat kue burgo cukup digemari.

Hidangan ini sering disajikan dalam berbagai acara adat maupun perayaan keagamaan.

4. Nasi Lesah

Nasi lesah adalah kuliner khas Magelang yang memiliki kuah gurih dengan campuran berbagai rempah.

Sajian ini biasanya terdiri dari nasi, bihun, tahu, dan kuah hangat yang kaya rasa.

Makanan ini sering disantap saat suasana berkumpul bersama keluarga karena memberikan rasa hangat dan nyaman, terutama saat acara perayaan berlangsung.

5. Mangut Beong

Mangut beong merupakan makanan khas dari kawasan sekitar Magelang yang berbahan dasar ikan beong.

Ikan tersebut dimasak dengan kuah santan pedas berbumbu rempah khas Jawa.

Baca Juga: Jarang Disadari, Daun Jeruk Nipis Ternyata Punya Khasiat Besar untuk Tubuh

=====

Cita rasa gurih dan pedas dari mangut beong membuat makanan ini cukup terkenal di kalangan pencinta kuliner tradisional.

Hidangan ini juga sering menjadi menu spesial dalam berbagai momen penting masyarakat setempat.

Selain menjadi pelengkap perayaan Waisak, makanan khas daerah juga memperlihatkan betapa kayanya budaya kuliner Indonesia.

Tradisi menyajikan makanan bersama keluarga dan masyarakat menjadi simbol kebersamaan yang masih terus dijaga hingga sekarang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.