Amankah Metode Akupunktur Bagi Ibu Hamil? Ini Penjelasan Medis

AKURAT JAKARTA – Tren penggunaan terapi pendukung di kalangan ibu hamil kini semakin berkembang, salah satunya melalui metode akupunktur.
Terapi yang identik dengan jarum halus ini diklaim mampu meredakan berbagai keluhan kehamilan mulai dari mual muntah (morning sickness) hingga nyeri punggung tanpa perlu bergantung pada konsumsi obat-obatan.
Dokter Spesialis Akupunktur Eka Hospital PIK, dr. Laura Widiastuti, Sp.Ak, menegaskan bahwa akupunktur medik merupakan terapi komplementer yang telah diakui secara global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Baca Juga: Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini Tanda Bahaya Trimester Pertama yang Tak Boleh Diabaikan
"Akupunktur bukan sekadar terapi alternatif, melainkan praktik berbasis ilmu anatomi dan fisiologi. Ini menjadi terapi pendamping yang efektif agar ibu hamil merasa lebih nyaman selama masa kehamilan," kata dr. Laura saat Media Meet Up di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurut dr. Laura, stimulasi jarum pada titik-titik tertentu akan memicu respons sistem saraf, hormon, dan imun tubuh.
Proses ini membantu meningkatkan produksi hormon serotonin dan dopamin yang berperan penting dalam menciptakan rasa rileks serta memperbaiki sirkulasi darah.
Beberapa manfaat spesifik yang dapat dirasakan oleh ibu hamil antara lain:
1. Meredakan Mual Muntah. Memperbaiki sistem pencernaan dan keseimbangan hormon di trimester pertama.
2. Mengurangi Nyeri Fisik. Menangani nyeri punggung dan pinggang akibat beban kehamilan yang meningkat.
3. Persiapan Persalinan. Membantu mengoptimalkan posisi janin sungsang dan mengurangi persepsi nyeri saat proses melahirkan.
4. Dukungan Pascapersalinan. Membantu memicu produksi ASI agar lebih lancar.
5. Keamanan Menjadi Prioritas Utama.
Meski menawarkan banyak manfaat, dr. Laura mengingatkan bahwa faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama. Ibu hamil tidak disarankan melakukan akupunktur di sembarang tempat.
"Akupunktur sangat aman untuk ibu hamil selama dilakukan oleh tenaga medis terlatih dengan teknik yang sesuai. Ada titik-titik tertentu yang harus dihindari atau diberikan perhatian khusus pada kondisi kehamilan tertentu," jelasnya.
Meski akupunktur dapat mengurangi frekuensi mual dan nyeri secara alami, dr. Laura menekankan bahwa terapi ini bukanlah pengganti perawatan medis utama.
Koordinasi antara dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis akupunktur sangat diperlukan.
"Ibu hamil tetap wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai terapi. Dengan pendekatan medis yang tepat, akupunktur dapat membantu calon ibu menjalani masa kehamilan dengan lebih minim keluhan dan lebih rileks," tutup dr. Laura.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



