Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini Tanda Bahaya Trimester Pertama yang Tak Boleh Diabaikan

AKURAT JAKARTA – Trimester pertama merupakan fase paling krusial dalam masa kehamilan yang menuntut kewaspadaan tinggi dari para calon ibu.
Meski mual dan lemas sering dianggap sebagai keluhan umum, dokter spesialis mengingatkan bahwa ada gejala tertentu yang merupakan sinyal bahaya dan memerlukan penanganan medis segera guna mencegah komplikasi serius.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada, Sp.OG, menjelaskan bahwa tubuh ibu hamil mengalami perubahan hormon signifikan di awal kehamilan. Namun, tidak semua perubahan tersebut bersifat normal.
Baca Juga: Waspada Diabetes Menyerang Usia Muda, Gejalanya Sering Tak Terdeteksi
"Sangat penting bagi ibu hamil untuk bisa membedakan mana gejala adaptasi tubuh yang normal dan mana yang menjadi tanda bahaya. Jangan sampai keluhan yang dianggap biasa ternyata merupakan indikasi komplikasi," kata dr. Krisantus saat Media Meet Up di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurut dr. Krisantus, terdapat beberapa tanda peringatan yang tidak boleh dianggap sepele. Jika ibu hamil mengalami hal-hal berikut, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter:
Perdarahan pervaginam: Flek atau darah segar yang disertai kram perut.
Hiperemesis Gravidarum: Muntah berlebihan hingga ibu tidak bisa masuk makanan atau minuman sama sekali.
Nyeri perut hebat: Rasa sakit yang tajam dan menetap pada area panggul atau perut bawah.
Demam tinggi dan sakit kepala hebat: Potensi adanya infeksi atau masalah tekanan darah.
Gejala kehamilan hilang mendadak: Seperti mual atau payudara tegang yang tiba-tiba berhenti tanpa sebab.
Beberapa kondisi darurat yang mengintai di awal kehamilan antara lain kehamilan ektopik (janin di luar rahim) yang dapat mengancam nyawa, serta risiko keguguran yang sering ditandai dengan perdarahan.
Selain itu, infeksi saluran kemih (ISK) yang tidak tertangani juga dapat membahayakan kesehatan janin.
Guna meminimalkan risiko, pemeriksaan rutin sejak dini menjadi kunci utama. Melalui pemantauan medis berkala, komplikasi seperti posisi janin yang tidak tepat atau kekurangan nutrisi dapat dideteksi dan diatasi lebih cepat.
"Jangan menunda pemeriksaan jika merasakan keluhan yang tidak biasa. Kesadaran ibu terhadap kondisi tubuhnya sendiri dan penanganan yang cepat adalah kunci utama menjaga kehamilan tetap sehat hingga persalinan," tutup dr. Krisantus.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026



