Selama Ini Dianggap Buruk, Gula Justru Disebut-sebut Bisa Bantu Cegah Penuaan

AKURAT JAKARTA - Selama ini, gula kerap dianggap sebagai penyebab berbagai penyakit, mulai dari diabetes hingga masalah kesehatan lainnya.
Namun, pandangan berbeda justru disampaikan oleh ahli gizi Athena Connell.
Mengutip Hindustan Times, Jumat (3/4/2026), ia mengungkapkan bahwa gula memiliki peran penting, khususnya bagi perempuan, dalam menjaga keseimbangan tubuh dan mendukung proses alami, termasuk yang berkaitan dengan penuaan.
Baca Juga: Paskah 2026, Katedral Jakarta Terapkan Registrasi Daring dan Siapkan 5.000 Kursi Jamaat
Athena mengatakan, "Gula selalu digambarkan sebagai akar penyebab penyakit. Tetapi menurut saya, antigula adalah antikehidupan, terutama pada tubuh wanita, pada mereka yang ingin subur, tenang, sehat, dan cantik."
Pernyataan ini menyoroti bahwa gula tidak selalu harus dipandang sebagai musuh, melainkan sebagai komponen yang tetap dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang tepat.
Melalui unggahan di Instagram pada 21 Maret, Athena juga menyinggung tren kesehatan yang mendorong perempuan untuk mengurangi gula dan lebih fokus pada konsumsi kolagen.
Menurutnya, pendekatan ini tidak sepenuhnya tepat karena tubuh tidak bisa langsung memanfaatkan kolagen yang dikonsumsi tanpa proses tertentu.
Ia menjelaskan, "Kolagen bukanlah sesuatu yang kamu 'tambahkan' dengan menambahkannya ke kopi. Ini adalah sesuatu yang dibutuhkan tubuh untuk terus mensintesisnya dari bahan baku. Untuk melakukan ini, tubuh membutuhkan ATP (energi), ATP tidak ditemukan dalam bubuk kolagen karena terutama terbuat dari glukosa, alias gula," jelasnya.
Dalam hal ini, gula atau glukosa berperan sebagai sumber energi utama bagi tubuh, termasuk otak.
Ketika tubuh kekurangan gula, kamu bisa mengalami gejala seperti sulit fokus, mudah marah, hingga kelelahan.
Energi dari glukosa juga membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi metabolisme, termasuk produksi kolagen yang penting untuk kesehatan kulit.
Athena menambahkan bahwa gula juga menjadi sinyal bagi tubuh bahwa kondisi sedang aman dan rileks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





