Jakarta

Selama Ini Dianggap Buruk, Gula Justru Disebut-sebut Bisa Bantu Cegah Penuaan

Anggerhana Denni Rahmawati | 3 April 2026, 21:45 WIB
Selama Ini Dianggap Buruk, Gula Justru Disebut-sebut Bisa Bantu Cegah Penuaan
Gula disebut penting untuk kesehatan kulit perempuan. (Freepik)

AKURAT JAKARTA - Selama ini, gula kerap dianggap sebagai penyebab berbagai penyakit, mulai dari diabetes hingga masalah kesehatan lainnya.

Namun, pandangan berbeda justru disampaikan oleh ahli gizi Athena Connell.

Mengutip Hindustan Times, Jumat (3/4/2026), ia mengungkapkan bahwa gula memiliki peran penting, khususnya bagi perempuan, dalam menjaga keseimbangan tubuh dan mendukung proses alami, termasuk yang berkaitan dengan penuaan.

Baca Juga: Paskah 2026, Katedral Jakarta Terapkan Registrasi Daring dan Siapkan 5.000 Kursi Jamaat

Athena mengatakan, "Gula selalu digambarkan sebagai akar penyebab penyakit. Tetapi menurut saya, antigula adalah antikehidupan, terutama pada tubuh wanita, pada mereka yang ingin subur, tenang, sehat, dan cantik."

Pernyataan ini menyoroti bahwa gula tidak selalu harus dipandang sebagai musuh, melainkan sebagai komponen yang tetap dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang tepat.

Melalui unggahan di Instagram pada 21 Maret, Athena juga menyinggung tren kesehatan yang mendorong perempuan untuk mengurangi gula dan lebih fokus pada konsumsi kolagen.

Baca Juga: Prediksi Skor Mallorca vs Real Madrid di La Liga, 4 April 2026: Ujian Berat Los Piratas Hadapi Los Blancos

Menurutnya, pendekatan ini tidak sepenuhnya tepat karena tubuh tidak bisa langsung memanfaatkan kolagen yang dikonsumsi tanpa proses tertentu.

Ia menjelaskan, "Kolagen bukanlah sesuatu yang kamu 'tambahkan' dengan menambahkannya ke kopi. Ini adalah sesuatu yang dibutuhkan tubuh untuk terus mensintesisnya dari bahan baku. Untuk melakukan ini, tubuh membutuhkan ATP (energi), ATP tidak ditemukan dalam bubuk kolagen karena terutama terbuat dari glukosa, alias gula," jelasnya.

Dalam hal ini, gula atau glukosa berperan sebagai sumber energi utama bagi tubuh, termasuk otak.

Baca Juga: Toyota Rush GR Sport 2026 Segera Meluncur, SUV RWD Kompak dengan Ground Clearance 220 mm dan Harga Terjangkau

Ketika tubuh kekurangan gula, kamu bisa mengalami gejala seperti sulit fokus, mudah marah, hingga kelelahan.

Energi dari glukosa juga membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi metabolisme, termasuk produksi kolagen yang penting untuk kesehatan kulit.

Athena menambahkan bahwa gula juga menjadi sinyal bagi tubuh bahwa kondisi sedang aman dan rileks.

Baca Juga: New Toyota Rush 2026 Hadir Lebih Gagah dengan Mesin 2NR-VE dan Fitur Canggih, Low SUV Ini Makin Serius dengan Desain Sporty dan Teknologi Lengkap

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.