Terungkap! Alasan Kue Geplak Selalu Ada di Meja Keluarga Betawi Saat Lebaran

AKURAT JAKARTA - Kue geplak menjadi hidangan yang wajib ada di keluarga Betawi saat momen Lebaran.
Tradisi menyajikan kue geplak sebagai hidangan wajib keluarga Betawi di Hari Raya telah berlangsung sejak lama dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi masyarakat Betawi, kue geplak bukan sekadar makanan manis, tetapi juga bagian dari simbol kebersamaan saat merayakan Hari Raya.
Kue tradisional ini dikenal dengan rasa manis legit dan teksturnya yang lembut.
Biasanya kue geplak dibuat dari bahan sederhana seperti kelapa parut, gula, dan sedikit garam.
Meski bahan-bahannya sederhana, proses pembuatannya memerlukan ketelatenan agar menghasilkan rasa yang pas serta tekstur yang tidak terlalu keras.
Baca Juga: Tepis Isu Sudah Mati, Netanyahu Pamer Video Sedang Ngopi dan Tunjukkan Lima Jari
Di lingkungan masyarakat Betawi, kue geplak sering disajikan bersama berbagai kue tradisional lainnya saat Hari Raya.
Kehadirannya menjadi pelengkap hidangan yang disuguhkan kepada tamu yang datang bersilaturahmi.
Kamu akan mudah menemukan kue ini di ruang tamu rumah-rumah Betawi saat Lebaran tiba.
Baca Juga: Vonis Grok Soal Video Netanyahu Ngopi di Kafe: 100 Persen Deepfake
Tradisi menyajikan kue geplak juga memiliki nilai budaya yang kuat.
Hidangan ini mencerminkan keramahan tuan rumah dalam menyambut tamu.
Menyediakan berbagai kue, termasuk kue geplak, dianggap sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan syukur setelah menjalani ibadah selama bulan Ramadan.
Baca Juga: Horor Mudik di Gilimanuk: Macet 32 KM, Antrean 14 Jam, 17 Pemudik Tumbang Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









