Jangan Asal Puasa! Begini Aturan Ramadan bagi Penderita Diabetes

AKURAT JAKARTA - Puasa Ramadan untuk penderita diabetes sering menimbulkan pertanyaan, apakah aman dilakukan atau justru berbahaya?
Puasa Ramadan untuk penderita diabetes memang dapat memberi manfaat kesehatan, tetapi perlu persiapan yang matang.
Puasa Ramadan untuk penderita diabetes tidak boleh dijalani tanpa konsultasi dan pemantauan medis yang tepat.
Dilansir dari Times of India pada Sabtu (28/2/2026), puasa selama Ramadan dapat aman bagi banyak penderita diabetes, asalkan persiapan, pengendalian porsi makan, hidrasi, dan pengawasan medis diperhatikan dengan baik.
Jadwal makan yang direncanakan dengan baik dengan makronutrien seimbang serta pemantauan gula darah secara teratur dapat secara signifikan menurunkan risiko kesehatan.
Para spesialis menyarankan kamu untuk menyesuaikan jadwal pengobatan, memilih makanan yang melepaskan energi perlahan saat sahur, serta menjaga porsi ketika berbuka.
Baca Juga: Sambut Tamu di Hari Lebaran Tanpa Khawatir, Ini Tips Menata Ruang Tamu Sempit Terlihat Lebih Lega
Konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai puasa menjadi langkah awal yang sangat penting untuk menilai faktor risiko pribadi dan menyesuaikan terapi bila diperlukan.
Dr. Anshul Singh, Ketua Tim Departemen Nutrisi Klinis dan Dietetik di Artemis Hospitals, menegaskan pentingnya perencanaan medis sebelum berpuasa.
Ia mengatakan, "Tidak makan atau minum dalam jangka waktu lama dapat mengubah kadar gula darah Anda yang dapat menyebabkan hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, atau bahkan masalah jika tidak ditangani dengan benar. Sebelum Anda memulai puasa, Anda harus menemui dokter. Memeriksa kadar gula darah Anda sendiri sangat penting, dan itu tidak membatalkan puasa. Memeriksa kadar gula Anda secara teratur membantu Anda mendeteksi penurunan atau lonjakan mendadak sejak dini," katanya.
Untuk sahur, kamu disarankan memilih makanan yang dicerna perlahan seperti biji-bijian utuh, lentil, sayuran, telur, dan lemak sehat.
Hindari makanan terlalu asin atau manis karena dapat memicu rasa haus dan lonjakan gula darah.
Saat berbuka, makanlah dalam porsi kecil terlebih dahulu agar tubuh beradaptasi secara bertahap.
Baca Juga: 7 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Jangan Sampai Dilakukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






