6 Pembungkus Takjil Berbahaya yang Sering Dipakai, Nomor 3 Masih Banyak Digunakan untuk Bungkus Gorengan

AKURAT JAKARTA - Saat bulan Ramadan, berbagai jenis takjil seperti gorengan, minuman manis, hingga makanan berkuah banyak dijual untuk menu berbuka puasa.
Namun, selain memperhatikan makanan yang dibeli, kamu juga perlu memperhatikan jenis pembungkus yang digunakan.
Beberapa jenis kemasan makanan ternyata berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama jika digunakan untuk makanan panas atau berminyak.
Baca Juga: Ide Hampers Lebaran Unik dan Bermanfaat, Nomor 5 Paling Banyak Dicari Saat Hari Raya
Hal ini karena suhu tinggi dapat memicu perpindahan zat kimia dari bahan kemasan ke makanan.
Berikut beberapa pembungkus takjil yang sebaiknya diwaspadai.
1. Plastik kiloan
Baca Juga: Prediksi Skor Brest vs Le Havre di Ligue 1, 8 Maret 2026: Tuan Rumah Bidik Kemenangan Beruntun
Plastik kiloan sering dipakai untuk membungkus gorengan atau makanan berkuah panas.
Padahal plastik dapat mengandung bahan kimia seperti BPA dan ftalat yang berpotensi berpindah ke makanan saat terkena panas.
2. Kresek hitam
Baca Juga: Prediksi Skor Brest vs Le Havre di Ligue 1, 8 Maret 2026: Tuan Rumah Bidik Kemenangan Beruntun
Kantong plastik kresek hitam umumnya berasal dari bahan daur ulang.
Bahan tersebut bisa berasal dari berbagai limbah sehingga kebersihan dan keamanannya tidak selalu terjamin untuk makanan.
3. Kertas bekas (koran atau majalah)
Baca Juga: Tak Hanya Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Sempat Lewati Fase Metastasis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









