Asal Usul Ngabuburit Saat Ramadan, Ternyata Bukan Sekadar Tunggu Buka Puasa!

AKURAT JAKARTA - Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda yang dirindukan umat Muslim.
Selain menjalankan ibadah puasa, momen menjelang berbuka atau yang dikenal dengan ngabuburit menjadi tradisi yang melekat di masyarakat.
Setiap daerah memiliki cara unik dalam mengisi waktu sore, mulai dari kegiatan religi hingga berburu jajanan khas Ramadan.
Baca Juga: Tetap Segar Tanpa Kopi, Coba 3 Pilihan Minuman Ini Saat Sahur
Arti Istilah Ngabuburit
Secara umum, ngabuburit diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa.
Kegiatan ini bisa berupa membaca Al-Qur’an, mengikuti pengajian, hingga berjalan-jalan mencari takjil.
Baca Juga: Dari yang Mahal hingga Ekonomis, Ini 6 Kurma Favorit Orang Indonesia
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa istilah ini berasal dari bahasa Sunda.
Dalam bahasa Sunda, kata dasar “burit” berarti petang atau sore hari.
Sementara awalan “nga” menunjukkan bentuk kata kerja.
Baca Juga: Tinggal di Jakarta? Ini Tantangan Saat Membangun atau Renovasi Rumah, Temukan Solusinya di Sini
Jadi, ngabuburit merujuk pada aktivitas yang dilakukan untuk menyongsong waktu sore.
Menurut Kamus Bahasa Sunda Lembaga Bahasa Sastra Sunda (LBSS), istilah ini berasal dari kalimat “ngalantung ngadagoan burit” yang berarti bersantai sambil menunggu waktu sore.
Dari sinilah istilah ngabuburit berkembang dan dikenal luas, terutama saat Ramadan.
Baca Juga: Relevansi Tes Genomik Meningkat, Layanan Medis Personalisasi Jadi Kebutuhan Masa Depan
Asal-Usul dan Perkembangannya
Istilah ngabuburit sudah muncul sejak Islam masuk ke tanah Sunda.
Pada masa lalu, anak-anak mengisi waktu sore dengan permainan tradisional seperti bebeledugan atau meriam bambu.
Baca Juga: Daging Olahan dan Risiko Kanker: Kenali Bahayanya, Ubah Pola Makan Keluarga
Suasana sore Ramadan kala itu terasa sederhana namun penuh kebersamaan.
Seiring waktu, makna ngabuburit semakin meluas.
Berkat paparan media dan interaksi antarbudaya, istilah ini akhirnya dikenal secara nasional dan menjadi bagian dari tradisi Ramadan di Indonesia.
Baca Juga: Rebusan Nanas dan Kunyit: Ramuan Herbal Alami Anti-Inflamasi hingga Detoks Hati
Kini, ngabuburit identik dengan aktivitas santai sebelum berbuka.
Aktivitas Ngabuburit Masa Kini
Berbeda dari masa lalu, aktivitas ngabuburit sekarang lebih beragam.
Baca Juga: Rebung, Superfood Kaya Serat yang Baik untuk Jantung dan Cegah Risiko Kanker
Banyak orang memilih menyusuri pasar Ramadan atau pasar kaget yang bermunculan selama bulan puasa.
Aneka makanan dan minuman khas berbuka puasa menjadi daya tarik tersendiri.
Meski begitu, esensi ngabuburit tetap sama, yaitu mengisi waktu menjelang magrib dengan kegiatan yang menyenangkan atau bermanfaat.
Baca Juga: Ngabuburit Lebih Berkah, Ini 4 Cara Produktif Menunggu Azan Magrib
Kamu bisa memilih aktivitas sesuai minat, baik yang bernuansa religius maupun sekadar bersantai bersama keluarga dan teman.
Dengan memahami asal usulnya, kamu tidak hanya menikmati tradisi, tetapi juga menghargai nilai budaya yang melekat dalam setiap momen Ramadan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





